Hikmah Nuzulul Quran: Pedoman Hidup Mulia

Oleh: Ali Farkhan Tsani, Da’i Pesantren Al-Fatah, Redaktur Senior MINA

Al-Quran adalah bacaan yang paling mulia, merupakan kalam Allah Yang Maha Mulia, dibawa oleh malaikat yang mulia Jibril Alaihis Salam, diterima oleh Rasul-Nya yang mulia Muhammad Shallallahu ’Alaihi Wasallam, awal mula diturunkan pun pada bulan paling mulia yakni bulan suci Ramadhan.

Al-Quran diimani dan diikuti oleh umatnya yang mulia, yakni umat Islam.

Orang yang mengetahui kemuliaan Al-Quran, pasti akan mencintanya, membacanya, menghayati kandungan isinya, berusaha menghafal ayat demi ayat-Nya, dan yang paling pokok adalah berusaha mengamalkannya secara keseluruhan (kaaffah) dalam kehidupan sehari-hari.

Karena Al-Quran sebagai bacaan yang mulia itulah, maka seorang Muslim yang membacanya pun akan mendapatkan pahala dari huruf demi huruf yang dibacanya. Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam bersabda:

 مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Artinya: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan Alif Laam Miim satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR At-Tirmidzi). 

Begitulah, kandungan Al-Quran merupakan petunjuk dan pedoman hidup bagi manusia, dan pembeda antara yang haq dan yang batil.

Ini seperti Allah sebutkan di dalam firman-Nya :

…..الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ…..

Artinya : “…..Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang haq dan yang batil)…”. (QS Al-Baqarah [2]: 185).

Selain sebagai petunjuk dan pedoman hidup, Al-Quran juga merupakan penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman.

Ini seperti disebutkan dalam firman Allah :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Artinya: “Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian.” (QS Al-Isra [17]: 82).

Al-Quran dapat menjadi penawar hati gundah dan pikiran resah. Karenanya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan keadaan setiap penghuni rumah tangga Muslim agar menghiasi rumahnya dengan alunan ayat-ayat suci Al-Quran. Sebab, rumah yang di dalamnya tidak dibacakan ayat-ayat Al-Quran akan banyak keburukan perilaku, kegersangan jiwa, dan kesempitan pandangan kehidupan.

Apalagi pada bulan suci Ramadhan. Kita dianjurkan memperbanyakkan bacaan Al-Quran di dalamnya karena ia adalah bulan Al-Quran.

Bahkan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam senantiasa bertadarus Al-Quran di hadapan Malaikat Jibril setiap hari sepanjang bulan Ramadhan.

Karena itu, marilah, pada peristiwa Nuzulul Quran, dengan selalu berinteraksi dengan Al-Quran akan senantiasa terhubung dengan Allah, hal itu akan mampu memberikan spirit, inspirasi, dan motivasi dalam kehidupan.

Di sinilah Al-Quran dikatakan sebagai pedoman dan rahmat bagi manusia. Dengan Al-Quran itu pulalah kita menjadi manusia mulia di sisi-Nya. (A/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)