Hilmar: Tiga Pokok Harus Ditegaskan untuk Majukan Kebudayaan

Jakarta, MINA –  Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid menyebut ada tiga pokok yang harus ditegaskan untuk memajukan kebudayaan Indonesia.

Hal itu disampaikan pada seminar nasional kebangsaan “Kebudayaan Indonesia dalam Dimensi Kekinian dan Perspektif Masa Depan” yang digelar di Jakarta, Kamis (4/7).

“Pertama, bangsa Indonesia perlu mengutamakan kepribadian dalam bentuk karakter sebagai jatidiri bangsa menghadapi perubahan-perubahan sosial dan menghadapi transformasi budaya di era digital,” ujarnya.

Ia melanjutkan yang kedua, bangsa Indonesia perlu mengembangkan kebudayaan nasional yang mendorong terbentuknya masyarakat nasional, kritis, inklusif, terbuka dan kompetitif dalam pergaulan lintas kebudayaan antar generasi yang membawa perubahan gaya hidup pola konsumsi diskusi dengan membawa kebudayaan dari daerah masing-masing.

“Yang ketiga, bangsa Indonesia perlu mengukuhkan semangat persatuan dan kesatuan Indonesia dengan memberikan dukungan ekstra serius disertai usaha yang efektif tentang lintas tingkat budaya, sehingga diharapkan tumbuh gagasan-gagasan dengan teori yang sama,” tambahnya.

Seminar ini berlangsung pada 3-4 Juli 2019 digelar Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud ini fokus pada penguatan karakter sumber daya manusia dan persatuan Indonesia yang merupakan langkah awal untuk mengkonsolidasikan gagasan dan program kerja “Agenda Strategis Pemajuan Kebudayaan” yang mampu membimbing proses kebudayaan, menjaga dan memperkuat kepribadian nasional, kontinuitas kebudayaan, kemampuan berdikari, sekaligus memperkuat persatuan bangsa dan kesatuan nasional.

Saat menutup seminar tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyampaikan pengalamannya yang sangat luar biasa dalam menyatukan budaya bangsa Indonesia yang berbeda-beda.

“Mengurus Indonesia itu luar biasa, karena penduduknya yang sangat banyak dan beragam budaya. Dengan mengadakan seminar atau pertemuan diharapkan muncul gagasan-gagasan. Nah gagasan pemerintah itu bagaimana menyambungkan dari beragam budaya menjadi kesatuan bangsa,” tambahnya. (L/R10/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)