HIMABA RI KAMPANYEKAN ANTI NARKOBA MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN BERBASIS AL-QURAN

(Foto: Himaba RI)
Peserta Seminar Psikologi Al-Quran di Universitas Nasional (UNAS) Jakarta pada Sabtu (1/11).(Foto: Himaba RI)

Jakarta, 11 Muharram 1435/4 November 2014 (MINA) – Sebuah terobosan yang dilakukan ormas HIMABA RI dalam upayanya melakukan pencegahan dan pemulihan terhadap masyarakat dari pengaruh negatif Narkoba melalui pendekatan pendidikan dengan memahami Al-Quran.

Himpunan Masyarakat Anti Narkoba Republik Indonesia (HIMABA RI) adalah organisasi masyarakat yang bergerak dalam perlawanan terhadap penyebaran narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba).

Humas Himaba RI, Sutrisno Nurhumaedi, mengatakan, pendekatan yang dilakukan adalah dengan apa yang dinamakan Metode Aktualisasi Diri Berdasarkan Al-Quran.

“Dalam kegiatan ini kita sebagai peserta mendapat pemahaman baru dalam upaya melindungi diri kita, keluarga dan orang-orang terdekat kita dari pengaruh negatif Narkoba,” kata Sutrisno kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Jakarta, Selasa (4/11).

Sutrisno mengatakan, setelah menyadari dan memahami hakekat diri dengan acuan yang di dalam Al-Qur’an maka sebagai seorang Muslim akan menjadi pribadi yang tahu bagaimana bersikap dan bersosialisasi dengan masyarakat di luar lingkungan rumah.

“Sehingga dengan kita mengenal diri sendiri sesuai dengan metode Pengenalan Diri dalam konteks Psikologi Manusia dalam nilai-nilai di setiap Juz Al-Quran, kita akan menjadi pribadi yang lebih tahu bagaimana kita mengembangkan diri sebagai seorang manusia yang memiliki kodrat sebagai mahluk sosial yang butuh sosialisasi dan aktualisasi diri,” ujarnya.

Sehingga diharapkan apa yang dikerjakan menjadi lebih terarah dan pastinya akan jauh dari pengaruh Narkoba karena di dalam Al-Quran sendiri tersirat bahwa Narkoba adalah barang terlarang yang lebih banyak madharatnya daripada manfaatnya.

Sutrisno menjelaskan, terobosan baru penyuluhan dan memberikan penyadaran pada masyarakat luas menyangkut pengaruh negatif dari penggunaan obat-obatan yang masuk dalam kategori Narkoba itu baru diluncurkan dalam Seminar Psikologi Al-Quran di Universitas Nasional (UNAS) Jakarta pada Sabtu (1/11) lalu.

Acara yang digelar di salah satu universitas swasta nasional yang concern dalam program anti narkoba dengan slogan Universitas yang Bersih dari Pengaruh Narkoba itu dihadiri oleh beberapa narasumber terdiri dari Windu Priyo Wibowo,SE., Ketua Umum HIMABA RI; A. Taufik, Pembina Yayasan Indonesia Tanpa Riba; Dr. H. Robi Nurhadi, M.Si. Direktur P3M UNAS; serta dihadiri oleh beberapa kalangan dari mulai pengusaha, profesional pekerja kantor, generasi muda dan ibu rumah tangga.

Dalam acara perdana itu ditampilkan sebuah kolaborasi baik yang dilakukan antara ketiga komponen penting dalam masyarakat yaitu HIMABA RI selaku organisasi masyarakat yang bergerak dalam perlawanan terhadap Narkoba, Universitas Nasional selaku Lembaga Pendidik yang akan mencetak generasi muda bangsa yang anti terhadap pengaruh obat-obatan terlarang serta salah satu komponen pebisnis nasional yang secara langsung menjadi satu mata rantai kuat bahwa pencegahan, pemulihan dan aktualisasi diri bagi mereka yang terkena pengaruh negatif Narkoba adalah tugas bersama.

“Di mana dalam kesempatan kali itu pun di hadiri oleh pengurus Yayasan Minang Peduli, sebuah lembaga yang concern dalam upayanya mencegah terjadinya kemerosotan mental generasi muda yang ada di Sumatera Barat yaitu Generasi Minang,” tutup Sutrisno.(L/P002/P010/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0