Houthi: Serangan AS dan Inggris di Yaman Menargetkan Jaringan Komunikasi

Sanaa, MINA – Serangan udara yang dilakukan dan Inggris di barat daya menargetkan jaringan komunikasi, dilansir Anadolu Agency, Ahad (4/2).

“Pesawat  Amerika-Inggris menargetkan jaringan komunikasi di Kegubernuran Taiz dengan 11 serangan,” kata televisi Al-Masirah yang berafiliasi dengan .

“Penggerebekan ini terfokus pada wilayah Al-Barah di Distrik Maqbanah, dan wilayah di Distrik Hayfan,” tambahnya.

Tidak ada rincian yang diberikan mengenai tingkat kerusakan akibat serangan tersebut, yang merupakan serangan pertama yang menargetkan jaringan komunikasi sejak dimulainya serangan AS-Inggris.

Sebelumnya  Yahya Saree, juru bicara militer Houthi, mengatakan “Amerika Serikat dan Inggris melancarkan 48 serangan udara terhadap enam provinsi di Yaman selama beberapa jam terakhir.”

AS dan Inggris melancarkan serangan pada Sabtu (3/2) terhadap 36 sasaran Houthi di 13 lokasi di Yaman sebagai tanggapan atas serangan terhadap kapal komersial di , menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh koalisi gabungan pimpinan AS.

Kelompok Houthi telah menargetkan kapal kargo di Laut Merah yang dimiliki atau dioperasikan oleh perusahaan Israel atau mengangkut barang ke dan dari Israel. Hal itu sebagai bentuk solidaritas Yaman terhadap Gaza, yang telah berada di bawah serangan Israel sejak 7 Oktober 2023, menyebabkan 27.000 warga Palestina terbunuh.

Ketegangan di Laut Merah meningkat sejak Houthi menargetkan kapal AS secara langsung pada 9 Januari.

Sejak 12 Januari, sebuah koalisi yang dipimpin oleh AS telah melakukan serangan udara, dan mengatakan bahwa mereka menargetkan posisi Houthi di berbagai wilayah di Yaman sebagai tanggapan atas serangan kelompok tersebut di Laut Merah, yang telah ditanggapi dengan sumpah dari kelompok tersebut bahwa mereka akan melakukan serangan tersebut, tidak akan berlalu tanpa pembalasan.

Dengan meningkatnya ketegangan akibat serangan udara gabungan AS dan Inggris terhadap sasaran Houthi di Yaman, kelompok tersebut menyatakan menganggap semua kapal Amerika dan Inggris sebagai sasaran militer yang sah.(T/R5/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)