Houthi Yaman Renovasi Bandara Sanaa sebagai Upaya Perdamaian

Sanaa, MINA – Pemerintah Yaman yang berafiliasi dengan Houthi telah memulai proses perbaikan bandara Sanaa, yang sering menjadi sasaran tembak jet tempur koalisi pimpinan Arab Saudi, menurut dua sumber industri.

Langkah tersebut dilakukan ketika kelompok yang menguasai sebagian besar Yaman utara itu, bersiap membuka kembali fasilitas bandara sebagai bagian dari upaya perdamaian yang dipimpin PBB, Daily Sabah melaporkan.

Koalisi yang dipimpin Arab Saudi telah mengendalikan ruang udara Yaman sejak 2015, ketika aliansi tersebut melakukan intervensi terhadap gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran, yang menggulingkan pemerintah yang diakui secara internasional dari ibu kota, Sanaa.

Juru bicara koalisi tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang apakah mereka telah setuju untuk membuka kembali ruang udara dan mengizinkan bandara melanjutkan operasi reguler.

Sumber industri mengatakan bahwa pekerjaan konstruksi telah dimulai di beberapa bagian bandara, yang telah ditutup sejak 2015 dengan pengecualian penerbangan PBB. Bandara itu telah ditargetkan puluhan kali oleh serangan udara koalisi selama enam tahun terakhir.

Aliansi militer pimpinan Saudi mengatakan, fasilitas itu digunakan untuk penyelundupan senjata, sesuatu yang disangkal oleh Houthi.

Direktur bandara Khaled al-Shayef mengatakan dalam sebuah unggahan Twitter pada hari Rabu (9/6), ia bertemu dengan maskapai Yaman untuk membahas pemeliharaan dan peralatan di bandara. Ia juga mengadakan pembicaraan dengan Perusahaan Minyak Yaman mengenai pasokan bahan bakar untuk pesawat.

PBB dan Amerika Serikat telah menyerukan penghapusan pembatasan pada pelabuhan yang dikuasai Houthi dan bandara Sanaa untuk meredakan krisis kemanusiaan yang mengerikan, sambil juga menekan Houthi untuk menyetujui gencatan senjata nasional. (T/RI-1/RS3)

 

Mi’raj News Agency (MINA)