Hubungan Pakistan dengan Indonesia Semakin Erat

Kuasa Usaha ad interim (Charge d’Affaires ad Interm) Kedutaan Besar Pakistan untuk Indonesia, H.E. Sajjad Haider Khan.(Foto: Abdullah/MINA)

Jakarta, MINA – Kuasa Usaha ad interim (Charge d’Affaires ad Interm) Kedutaan Besar Pakistan untuk Indonesia, H.E. Sajjad Haider Khan menyatakan, hubungan bilateral Pakistan dan Indonesia semakin erat melalui berbagai kerja sama yang produktif di berbagai bidang.

“Hubungan Pakistan dengan Indonesia sangat baik dan bersahabat. Kedua negara saling mendukung dalam keanggotaan di berbagai organisasi internsional,” kata Khan pada briefing media di Kedutaan Besar Pakistan Jakarta, Selasa (4/8) yang dihadiri oleh wartawan senior dari beberapa media Indonesia, termasuk Kantor Berita MINA.

Dia mengatakan, kedua negara mempunyai kesamaan sikap baik dalam penyelesaian terorisme, konflik Palestina, islamofobia, maupun isu-isu yang sedang dihadapi di dunia global saat ini.

“Kita berharap hubungan dengan Indonesia terus meningkat,” ujar Khan.

Beragam kerja sama bilateral, regional hingga multilateral terjalin di berbagai sektor. Kini, sudah 70 tahun Indonesia-Pakistan melestarikan hubungan diplomatik.

Khan menjelaskan, sebanyak 32 kerja sama dan nota kesepahaman di berbagai bidang telah disetujui kedua negara hingga saat ini.

Hubungan Indonesia dan Pakistan juga tetap terjaga hingga sekarang.

“Sebanyak 17 ulama dari Pakistan mengunjungi Indonesia pada 2019 dalam rangka menghadiri Konferensi Trilateral Ulama di Bogor,” jelasnya.

Sementara, Presiden RI Joko Widodo pernah melakukan kunjungan kerja ke Islamabad pada 2018 lalu. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyampaikan, sejak pemberlakuan Preferential Trade Agreement (PTA) pada 2013, nilai perdagangan Indonesia dan Pakistan meningkat signifikan, dari USD1,6 miliar pada 2013 menjadi USS2,1 miliar pada 2016.

Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), nilai total perdagangan kedua negara pada 2018 mencapai US$3,10 miliar. Pakistan menempati peringkat ke-15 sebagai negara tujuan ekspor nonmigas utama Indonesia dengan nilai ekspor US$2,38 miliar dan pangsa sebesar 1,46%.

Pakistan juga menempati urutan ke-36 sebagai negara sumber impor nonmigas utama Indonesia dengan nilai impor US$641,4 juta dan pangsa sebesar 0,4%.

Khan juga menyatakan, Pakistan tengah melakukan upaya untuk meingkatkan kerja sama dalam pengembangan pariwisata dengan Indoensia.

Pakistan terkenal dengan objek wisata sejarah dan pegunungan Himalaya yang merupakan salah satu gunung tertinggi di dunia. Wilayah perbatasan Pakistan dengan Tiongkok dan Afghanistan memiliki pesona alam yang luar biasa, dan terbaik di dunia.

Tak hanya di bidang ekonomi, Pakistan dan Indonesia juga memiliki hubungan baik di bidang politik, sains, pendidikan bahkan di bidang media.

Sejarah Hubungan Pakistan-Indonesia

Hubungan antara Pakistan dan Indonesia sudah berlangsung lama sebelum negaranya memperoleh kemerdekaan. Kedua negara ini juga memiliki kesamaan, mayoritas penduduknya beragama Islam.

Sebelum Pakistan memperoleh kemerdekaan, melalui Liga Muslim India, sebanyak 600 tentara Muslim dari Pakistan membantu rakyat Indonesia dalam melawan penjajah Belanda pada 1945.

Sementara Indonesia membantu Pakistan dengan menghibahkan sejumlah pesawat tempur MiG-19 dari Angkatan Udara Republik Indonesia (kini TNI AU), serta bantuan dua kapal patroli bersenjata misil dan kapal selam ke Kepulauan Andaman yang saat itu diduduki India pada Perang Pakistan-India tahun 1965.

Kantor Perwakilan Indonesia di Karachi yang sudah eksis sejak 1950 dipindahkan ke Islamabad untuk dijadikan Kedutaan Besar Republik Indonesia pada 1967. Empat tahun berselang, bekas kantornya dijadikan Konsulat Republik Indonesia.(L/R1/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)