Hudalkhakim, Ketua UAR Jambi

Oleh: Kurnia MH (Jurnalis MINA)

Dengan modal menggapai dan mencari ridho Allah Subhanallah Wa Ta’ala, pagi Senin (26/1) itu juga Hudalkhakim selaku Ketua Ukhuwah Al-Fatah Resque (UAR) Jambi, bersama Tim Relawan Kemanusiaan UAR yang dipimpinnya, bersama Tim Operasi SAR gabungan, segera mulai melakukan operasi pencarian orang hilang, yang diduga hanyut di sungai Tembesi, Desa Teluk Kecimbung, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Ia mendapat laporan dari masyarakat bahwa A. Majid (42) tahun dinyatakan hilang oleh pihak keluarga, dan dipastikan hilang di sungai Tembesi.

Hudalkhakim dan tim mulai melakukan operasi pencarian korban dari pukul 08.00 WIB di sepanjang sungai Tembesi, wilayah Desa Teluk Kecimbung,

Huda berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk langkah selanjutnya, meminta bantuan kepada BPBD Kabupaten Sarolangun dan Basarnas Provinsi Jambi, Pos SAR Muara Bungo.

Ketika ditanya wartawan MINA, apa yang menjadi kesulitan dalam operasi pencarian korban? “Awalnya sempat kesulitan karena arus sungai Tembesi, saat itu sedang deras dan debit air tinggi, karena sebelumnya pada Ahad malamnya curah hujan cukup deras yang mengakibatkan volume air meningkat.

Namun setelah menyusuri sungai dan mempelajari keadaan aliran sungai, akhirnya ditemukan titik-titik lokasi yang diduga jasad korban ada di dalam lubuk/titik tersebut.

Kemudian malam Senin (25/1) pencarian dilakukan hanya sampai pukul 23.00 WIB, karena diperkirakan akan hujan lebat lagi. Tim  kembali dulu ke daratan bersama BPBD dan Damkar.

Ia dan Tim melanjutkan pencarian besok paginya dengan melakukan penyisiran sungai Tembesi sepanjang wilayah Desa Teluk Kecimbung dengan  teknik atau manuver pengadukan air sungai (lubuk) yang diduga sebagai titik-titik jasad korban berada.

“Selang 15 menit setelah dilakukan pengadukan/manuver tersebut, tim bergerak menuju Desa Dusun Dalam (desa sebelah Teluk Kecimbung) mengikuti arus sungai Tembesi, dan benar saja,” ujar Huda.

Huda menuturkan bahwa “kami sedang menyusuri sungai mendekati Desa Dusun Dalam. lalu ada warga sekitar yang sedang di tepian sungai menemukan jasad korban. Itu selang 5 menit sebelum tim mencapai titik ditemukan nya jasad korban.”

Akhirnya tim menepi untuk mengangkat jasad korban dan membawanya ke rumah duka. Jarak lokasi tenggelamnya korban sampai lokasi ditemukan nya jasad korban berkisar +- 5 km.

Jadi pencarian korban berlangsung selama dua hari yang pada akhir membuahkan hasil namun korban sudah tidak bernyawa.

Apa yang menjadi motivasi Anda ikut serta dalam mencari korban hanyut di Sungai Tembesi? “Tentu motivasi jiwa kemanusiaan, kita harus saling tolong menolong sesama demi menggapai Ridho Allah, dan ini merupakan bagian dari dakwah juga kan,”

Huda menyebut, yang ikut serta dalam evakuasi pencarian korban hanyut adalah Kurniawan Habibullaah asal Lampung, Haidil Fitrah asal Pagaralam, Hendri, Mujahidin asal Jambi, Zamzami Hasibuan asal Sumatera Utara, dan ustaz Suripto asal Jambi.

UAR memiliki 19 cabang di wilayah Indonesia. UAR adalah sebuah organisasi swadaya masyarakat yang berpusat di Pndok Pesantren Al-Fatah, Cileungsi, Kabupaten Bogor. (AK/R4/P1)

Mi’raj News Agency (MINA