Huseyin Oruc: Semua Kelompok Agama Dapat Manfaat dari Otonomi Moro

Istanbul, MINA – Wakil Kepala Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) yang berbasis di Istanbul dan salah satu Anggota Tim Internasional yang memantau proses perdamaian di Filipina, Huseyin Oruc mengatakan, semua kelompok agama mendapat manfaat dari Bangsamoro Organic Law (BOL).

“Semua kelompok agama mendapat manfaat, otonomi di kawasan itu akan menguntungkan semua kelompok agama,” ujar Oruc kepada wartawan Anadolu Agency, dikutip MINA pada Ahad (20/1).

“Dengan Hukum Organik Bangsamoro, kita sebenarnya berbicara tentang proses negosiasi yang dimulai pada 1997, ketika Hashim Salamat, Pemimpin Front Pembebasan Islam Moro masih hidup. Sejak awal, Hashim Salamat mengejar upayanya dengan tujuan menegakkan perdamaian,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, gereja adalah struktur yang paling ramah. Khususnya di Mindanao, Gereja Mindanao dan kepalanya memiliki sikap yang cukup positif terhadap seluruh perjanjian dan tidak terkecuali terhadap hukum Islam ini.

Baca Juga:  Tank-tank Israel Kepung RS Al-Awda di Gaza Utara

“Saya bertanya kepada Cardinal Quevedo, uskup agung yang bertanggung jawab atas gereja di wilayah ini, ‘Bagaimana Anda mempercayai Muslim? Mengapa Anda mendukung perjanjian seperti itu? Anda akan menjadi minoritas dengan perjanjian ini?’ Jawabannya adalah sesuatu yang mengejutkan yang merangkum proses perdamaian di sana. Dia berkata, ‘Mereka (Muslim) bahkan tidak menyakiti saya di masa perang, mengapa mereka melakukannya di masa damai?’,” jelasnya.

BOL adalah produk dari negosiasi pemerintah dengan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), yang akan memberikan – hak kolektif untuk Muslim Bangsamoro di Filipina, sebuah otonomi komprehensif yang ditunggu-tunggu.

Votingnya sendiri akan dimulai pada 21 Januari di dua kota, dengan putaran kedua akan diadakan pada 6 Februari di daerah lain di wilayah tetangga, untuk mengesahkan BOL. Setelah RUU itu disahkan, Daerah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM) akan dibentuk. (T/Ast/RI-1)

Baca Juga:  Hamas Tuntut ICC Batalkan Surat Perintah Penangkapan Pemimpinnya

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: sri astuti

Editor: Rudi Hendrik