IBF 2022: Anies Baswedan Luncurkan Buku “Jangan Remehkan Kata-Kata”

Jakarta MINA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan resmi meluncurkan sekaligus membedah buku dengan judul “Jangan Remehkan Kata-Kata” yang diterbitkan oleh Renebook pada gelaran Islamic Book Fair (IBF) 2022 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (6/8).

Menurutnya, Kemajuan suatu bangsa dilihat dari manusianya, sedangkan kemajuan manusia dilihat dari pendidikannya, dan kemajuan pendidikan dilihat dari persekolahannya.

“Kekayaan terbesar bangsa kita sebenarnya adalah bangsanya itu sendiri, yang membuat Indonesia dikenal oleh dunia itu harusnya kita bersama, Indonesia dulu merdeka karena para pemimpinnya mengajak untuk berjuang bersama, Republik ini dibuat oleh semangat gerakan bukan progametik,” ucap Anies.

Tapi justru sekarang, lanjut dia, kebanyakan masyarakat tidak mau diajak berjuang bersama.

“Untuk membangun Jakarta yang lebih maju tentu saya tidak bisa sendirian, perlu kerjasama dengan masyarakatnya terutama para pemuda, maka jangan hanya menjadi masyarakat yang hanya mengkritik tetapi bisa diajak diskusi untuk memajukan Jakarta dan Indonesia,” tambah Anies.

Kata-kata yang tertulis pada buku “Jangan Remehkan Kata-Kata” bukan sebuah renungan atau pesan yang dirancang oleh Anies, tetapi kata yang spontan ia ucapkan.

“Saya tidak pernah membayangkan setiap perkataan atau kalimat yang saya ucapkan dijadikan dalam rangkuman sebuah buku, saya tidak pernah merancang atau merenungkannya, tapi semua itu spontan saya ucapkan,” ujarnya.

Anies juga mengatakan, inspirasi tidak datang dari sebuah meditasi, tetapi dari setiap interaksi, keberanian berbeda, dan lebih kritis dan analitis lalu kita ambil hikmahnya.

“Sebuah inspirasi itu datang bukan dari sebuah meditasi, tetapi interaksi, berani berbeda dalam sebuah sudut pandang, dan lebih kritis serta analitis, hal itu dapat kita pelajari dari kata dan baca,” tuturnya.

Selain itu, ia juga berpesan kepada anak-anak muda Indonesia untuk terus berlatih kritis dan analitis.

“Pesan untuk anak muda, teruslah berlatih untuk kritis dan analitis, lalu sering-seringlah melakukan diskusi, karena suatu pembelajaran akan lebih banyak kita dapatkan dengan cara berinteraksi dari pada hanya diam saja,” pungkas Anies. (L/Iwn/R11/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)