ICMI : Majukan Ekonomi Pasar, Harus Lihat Kepentingan Nasional

Jakarta, MINA – Wakil Ketua Dewan Penasehat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Soetrisno Bachir mengatakan, untuk memajukan ekonomi pasar Indonesia, maka pemerintah harus melihat kepentingan nasional.

“Memajukan ekonomi Indonesia harus melihat kepentingan Indonesia itu sendiri,” katanya saat dialektika dengan tema ‘Ekonomi Pasar Pancasila dan Pemberdayaan Ekonomi Umat,’ ‘di kantor ICMI, Jakarta, Rabu (11/7).

Menurutnya dalam membangun ekonomi bangsa Indonesia,  pemerintah memahami keadaan itu sendiri.

“Sebelum ekonomi yang dibangun adalah memahami keadaan Indonesia itu sendiri, apa yang benar-benar terjadi di Indonesia yang harus dipahami untuk memajukan ekonomi yang pertama; penduduknya besar sekali jumlah ekonomi yang dibutuhkannya sangat besar, kedua, pendidikan masih kurang, SD dan SMP,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, sementara itu daya alam di Indonesia sangat luar biasa, sehingga pemerintah atau individu harus mampu memanfaatkan itu dengan baik.

“Sumber daya alam di Indonesia ternyata luar biasa. Banyak negara asing yang berniat invest kepada Indonesia karena ada sesuatu ternyata Indonesia pusat energi dan pusat pangan, yang mana ini tidak dimiliki oleh negara-negara lain di dunia, di Cina tidak punya itu ga punya pusat anargi dan pangan,” jelasnya.

Ia menambahkan untuk memajukan ekonomi pasar, pemeritah dan masyarakat harus mendahulukan produk lokal. Seperti Cina yang mengaharamkan masyarakatnya untuk membeli produk Jepang, meski harnganya lebih murah dari produk lokal. Artinya pemerintahnya tegas dalam mendahulukan produk lokal untuk kepentingan nasional negara itu sendiri dan expor dari pada impor.

Turut hadir sebagai pembicara pada Dialektika ICMI adalah Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie, Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI Muhammad Zainul Mujdi (Bapak Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang) dan Anggota Dewan Pakar ICMI Muhammad Syafii Antonio. (L / R10/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)