Tanggerang, MINA – Islamic Dakwah Fund-Majelis Ulama Indonesia (IDF-MUI) bekerja sama dengan PT Indomarco Prismatama meluncurkan Program Peduli Pendidikan, Tempat Ibadah, dan Mitra UMKM.
Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa, Tangerang, Banten, Kamis (20/10), itu merupakan hasil kolaborasi yang dilakukan untuk menguatkan perekonomian, khususnya saat dan pascapandemi Covid-19.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua IDF-MUI, KH Nurrohman, menyampaikan, krisis ekonomi di Indonesia dapat diminimalkan dampaknya dengan jalinan kerja sama dari berbagai pihak, salah satunya dengan penyaluran dana kepada penerima manfaat.
“Melihat kolaborasi yang terjalin saat ini, berharap dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam menghadapi krisis ekonomi,” katanya.
Baca Juga: Cuaca Jakarta Selasa Ini Berpotensi Diguyur Hujan
Kiai Arifianto juga Pimpinan Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa mengatakan, terdapat beberapa unsur sinergi yang tidak boleh hilang dalam membangun perekonomian bangsa.
Pertama, kehadiran para ulama, sebagai guru sekaligus contoh yang mampu djadikan rujukan masyarakat luas.
Kedua, kerja sama antara para stakeholder yang ada, seperti TNI, Polri, hingga pejabat pemerintahan lain. Ketiga, dukungan peran aktif masyarakat.
Sementara Public Relation Manager PT Indomarco Prismatama, Bambang Triyanto, menyebut, penyaluran dana sebesar Rp 2,8 miliar kepada IDF-MUI, diwujudkan dalam sarana pendidikan di 15 lembaga, 55 orang penerima manfaat dari UMKM dan pedagang kelontong, serta renovasi tempat ibadah.
Baca Juga: Free Palestine Menggema di Prambanan Jazz Festival 2025
“Kami harap bantuan dan kerja sama IDF-MUI dapat dipergunakan untuk pendidikan dan meningkatkan ekonomi UMKM, khususnya di saat dan pascapandemi,” katanya.
Lebih lanjut Bambang mengatakan, dana yang terkumpul berasal dari dua sumber. Pertama, melalui hasil kembalian pelanggan Indomaret. Kedua, donasi dengan sekian nominal yang diberikan langsung di Indomaret.
Dia menjelaskan, sektor pendidikan anak dipilih karena kerja sama sejak 2018 dengan IDF-MUI, yang selama ini cenderung fokus pada aks ke pendidikan.
“Mengapa pendidikan? Ini karena karena pendidikan adalah hal yang penting untuk dapat mencerdaskan negara ataupun membentuk karakter menurut penerus bangsa yang unggul,” jelasnya.
Baca Juga: BNPB Rilis Perkembangan dan Penanganan Karhutla di Sumatera Ahad-Senin
Dalam cara tersebut, turut hadir pula di antaranya, perwakilan pengurus IDF-MUI, para pengurus PT Indomarco Prismatama, Kadis Kab Tangerang, alim ulama, camat Kecamatan Rajeg, hinga para santri. (R/R4/P2)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: BPBD: Selain Kiriman Air dari Bogor, Tingginya Curah Hujan Sebab Jakarta Banjir