FEDERASI WARTAWAN KUTUK KEJAHATAN ISRAEL TERHADAP MEDIA

(Foto: Al-Ray)
Seorang kameraman Palestina Khaled Hamad terbunuh dalam pembantaian Zionis Israel ke Syujaiyah, Timur Gaza, Ahad (20/7). (Foto: Al-Ray)

Brussel, 24 Ramadhan 1435/22 Juli 2014 (MINA) – Federasi Wartawan International (The International Federation of Journalists/IFJ) mengutuk keras pelanggaran dan kejahatan Zionis Israel terhadap wartawan dan media massa Palestina.

Pernyataan kutukan tersebut berkenaan dengan pembunuhan seorang kameraman Palestina, Khaled Hamad, Ahad (20/7) lalu, Pusat Informasi Palestina (The Palestinian Information Center/PIC) melaporkan, seperti dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Federasi yang berbasis di Brussel itu mengutip laporan Sindikat Jurnalis Palestina (The Palestinian Journalists Syndicate/PJS)  mengatakan bahwa Hamad (25), bekerja di perusahaan produksi TV, ditembak mati saat meliput operasi militer Zionis Israel di kawasan Shujaiyah, timur Gaza.

Federasi Wartawan IFJ  juga mengungkapkan, pasukan militer Zionis Israel, juga membombardir rumah seorang wartawan Mahmoud Al-Louh, yang bekerja di stasiun radio Al-Ashab. Sementara juru kamera Kareem Tartouri dilaporkan terluka dalam serangan Israel lainnya.

“Kami memberikan rasa hormat kami kepada para keluarga, teman dan kolega dari Khaled Hamad yang meninggal saat melakukan tugasnya untuk memastikan bahwa kebenaran disampaikan,” kata Presiden IFJ, Jim Boumelha.

Menurutnya, apa yang terlihat di Gaza sangat mengejutkan dan mengerikan. Para wartawan seharusnya diperbolehkan melaporkan apa yang terjadi, dan tidak menjadi target tentara untuk melaksanakan tugas mereka,” tambah Jim Boumelha.

IFJ menyerukan Zionis Israel menghormati hak-hak dan kebebasan media Palestina.

Sebelumnya, PJS secara rinci melaporkan segala pelanggaran dan kejahatan terhadap para jurnalis Palestina selama agresi Israel ke Jalur Gaza baru-baru ini, Kantor Berita Palestina WAFA melaporkan.

PJS menyatakan, perang yang sedang berlangsung di Gaza saat ini terjadi eskalasi pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan penjajah Zionis Israel terhadap para jurnalis Palestina dan berbagai media massa.

Beberapa insiden menunjukkan bahwa pasukan penjajah Israel telah sengaja menargetkan wartawan terlepas dari mana kewarganegaraan mereka, atau bahkan saat sedang mengenakan tanda pengenal yang membedakan mereka sebagai wartawan.

PJS mengatakan, tindakan pasukan penjajah Zionis Israel itu dianggap sebagai pelanggaran yang jelas dan sistematis dengan aturan hukum Humaniter dan standar HAM Internasional, yang menyatakan “setiap orang memiliki hak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi “, hak untuk menerima dan menyalurkan informasi kepada orang lain melalui media, tanpa batasan, dan hak untuk mengakses informasi.

PJS melaporkan, jumlah total pelanggaran Zionis Israel terhadap wartawan selama agresi di Gaza adalah 13, termasuk seorang wartawan meninggal dunia, lima luka-luka dan pemboman satu mobil, dua rumah dan empat kantor Media; berikut menggambarkan secara rinci, pasukan penjajah Zionis Israel melanggar kebebasan pers selama agresi di Gaza:

Pada 8 Juli 2014, seorang jurnalis Yaqup abu Ghalwa terluka selama pemboman Zionis Israel di rumah keluarga Al-Kawar’e di Khan Younis City.

Pada 9 Juli 2014, wartawan Hamdy Shehab, bertugas untuk Media 24, meninggal dunia saat mobilnya dibom jet tempur Israel di jantung Kota Gaza. Pada waktu yang sama,seorang wartawan Mahmoud Al-loh terluka pada kakinya akibat pecahan roket Israel.

Sementara rumah seorang wartawan Buthayna Ishtawi hancur total dan kantor Media milik Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Kota Gaza hancur sebagian oleh serangan jet tempur Israel.

PJS mengutuk keras kejahatan sedang berlangsung yang dilakukan oleh pasukan penjajah Zionis Israel terhadap penduduk Gaza, yang sejauh ini mengakibatkan lebih dari 524 warga meninggal dunia dan melukai lebih dari 3300 warga, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Selain itu, agresi Zionis Israel juga menyebabkan penghancuran puluhan rumah, lembaga-lembaga publik dan gedung-gedung pemerintah.

PJS menyerukan kepada Persatuan Wartawan Internasional dan Persatuan Wartawan Arab untuk mengutuk serangan biadab tersebut, yang dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap semua konvensi internasional, dan menekan pemerintah Zionis Israel menghentikan segala kejahatan tersebut.(T/P02/EO2/R1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)