Ijtima’ Dewan Pakar MES Sepakati Empat Rekomendasi Perkuat Industri Halal dalam Negeri

(Foto: Istimewa)

Jakarta, MINA – Ijtima’ Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah  (MES) menyepakati empat rekomendasi perkuat industri halal dalam Negeri, dalam rapat pleno tahunan bertajuk Ijtima’ Dewan Pakar di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (7/10).

Penyampaian masing-masing rekomendasi terdiri dari Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal Sektor Fesyen, Pariwisata, dan Makanan Halal.

Forum ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan ISEF 2022 dan merupakan inisiatif Dewan Pakar MES untuk menjalankan fungsinya dalam berkontribusi melalui gagasan yang konstruktif atas usaha pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Pada pelaksanaanya, forum ini membahas dan merekomendasikan empat usulan Dewan Pakar yang masing-masing disampaikan oleh empat Ketua Working Group.

Sementara, Iwan P. Pontjowinoto menjelaskan Inovasi Produk dan Pengembangan Infrastruktur Sistem Keuangan Syariah.

Lukmanul Hakim memaparkan Strategi Penguatan Hubungan Eksternal, Promosi, dan Regulasi dalam Mendukung Produk Halal Domestik Go Global.

Selain itu, Euis Amalia yang menjelaskan Peran Pendidikan dan Riset dalam Pengembangan Ekonomi dan Bisnis Islam di Indonesia.

Setiap Ketua Working Group dalam rapat Ijtima’ tersebut memaparkan beberapa isu sekaligus poin-poin rekomendasi perihal empat tema pokok yang menjadi pembasahan utama.

Seluruh isu dan rekomendasi yang disampaikan telah dibahas sebelumnya dalam working group yang dibentuk sebelum pelaksanaan rapat pleno Ijtima’ dilakukan.

Ijtima Dewan Pakar PP MES ini menjadi forum tahunan yang membahas secara khusus sejumlah usulan yang diperoleh melalui pembahasan yang elaboratif dan komprehensif sehingga menghasilkan rekomendasi dan masukan dari Dewan Pakar MES untuk penguatan Strategic Business Plan dan Quick Wins Program dalam pengembangan ekonomi dan
keuangan syariah.

Tiga Pilar Penting Ijtima

Akselerasi pemenuhan kelengkapan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah memerlukan satu pemahaman bersama dan konsolidasi yang kuat antar pemangku kebijakan.

Menyadari hal tersebut, selama kurun waktu empat bulan terakhir, Dewan Pakar Pengurus Pusat MES telah menggelar forum diskusi bulanan bertajuk Muhadatsah Dewan Pakar dengan mengangkat isu-isu strategis yang berkaitan erat dengan pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.

Pelaksanaan Ijtima’ Dewan Pakar tersebut sebagai tindak lanjut dari sejumlah gagasan yang dihasilkan dalam forum tersebut,

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir memberikan arahan sekaligus membuka forum Ijtima’, Gubernur Bank Indonesia; Perry Warjiyo selaku Ketua Dewan Pakar PP MES. Dalam penyampaiannya Perry mengaku bersyukur agenda Ijtima kali ini dapat dilakukan secara offline.

“Setelah 12 kali pertemuan dilakukan secara online, hari ini alhamdulillah seluruh dewan pakar MES dapat bertemu dan bertatap muka dalam agenda Ijtima Dewan Pakar 2022. Dan ini menjadi bagian dari pertanggung jawaban yang besar dari Dewan Pakar MES,” jelas Perry.

Perry mengatakan, sejak awal pembahasan dalam muhadatsah, telah diarahkan dan dikelompokan pada pengembangan sektor-sektor industri halal yang potensial seperti pariwisata, global halal hub, pemberdayaan usaha kaum perempuan, serta aktivitas riset.

Perry kemudian menegaskan, terdapat tiga hal yang membuat forum Ijtima’ ini menjadi forum yang penting.

Pertama, segala pemikiran dan pembahasan dalam forum ini dapat dikerucutkan untuk menjadi rekomendasi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Kedua, rekomendasi ini dapat dijadikan solusi dan langkah yang konkret bagi pemerintah dan juga dalam mencapai target dan visi MES dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Ketiga, meningkatkan dan mengakselerasi proses sertifikasi halal yang lebih cepat meskipun sudah terdapat beberapa upaya percepatan seperti fasilitas self declare dan sertifikasi reguler.

Perry mengungkapkan, ISEF ke-9 ini merupakan sarana untuk mendorong Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia.

“Pada ISEF yang ke-9 ini, terdapat satu agenda yang secara khusus bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai the biggest modest fashion in the world. Selain itu, sebagaimana arahan dari Wakil Presiden, diperlukan upaya untuk menginisiasi kebangkitan jalur ekspor rempah Indonesia,” ungkap Perry.

Sementara itu, Sekretaris Jendral PP MES; Iggi Haruman Achsien yang dalam kesempatan tersebut memberikan pandangan mewakili PP MES mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini telah tumbuh positif pasca kondisi pandemi Covid-19.

“Data BPS menunjukan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,44% pada triwulan II 2022, yang ditopang oleh permintaan domestik terutama konsumsi rumah tangga, dan ekspor,” papar Iggi.

Dirinya mengatakan, konsumsi rumah tangga Indonesia telah mencapai angka 5,51% (yoy), tumbuh cukup tinggi dari capaian triwulan sebelumnya sebesar 4,34% (yoy).

Hal ini didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat seiring dengan makin melandainya angka kasus Covid-19.

“Selain itu, pertumbuhan ekspor juga meningkat sebesar 19,74% (yoy) yang ditopang oleh permintaan mitra dagang utama yang tetap kuat. Sejalan dengan kinerja permintaan domestik dan ekspor yang membaik, impor juga tumbuh sebesar 12,34,” tekan Iggi.

Hal tersebut menurut Iggi menjadi kabar gembira dan merupakan peluang bagi kita semua untuk kembali menggenjot aktivitas ekonomi, terutama ekonomi dan keuangan syariah. Namun walau demikian, sebagaimana mestinya, setiap peluang pasti diiringi dengan tantangan.

Iggi menegaskan, sebagaimana yang terus diupayakan oleh jajaran Dewan Pakar, Muhadatsah dan Ijtima menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjawab tantangan dan peluang pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang ada di depan mata saat ini. (L/R1/RS2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)