Ikatan Tauhid Palestina dan Yaman dalam Al-Quran

Oleh: Ali Farkhan Tsani, Duta AL-QUDS, Alumni Muassasah Al-Quds Yaman, Redaktur Senior MINA

Al-Qur`an telah mengabadikan kisah masuknya bangsa Yaman ke dalam agama Islam dan lingkaran iman yang sekaligus menandai terjalinnya hubungan agung antara dua bangsa yakni Palestina dan Yaman. Meskipun dari sisi geografis cukup berjauhan, kedua bangsa menjadi dekat karena ikatan iman dan tauhid yang satu, yakni menyembah Allah.

Allah berfirman dalam surat An-Naml ayat 22-24:

فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍ فَقَالَ أَحَطتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِ وَجِئْتُكَ مِن سَبَإٍ بِنَبَإٍ يَقِينٍ. إِنِّي وَجَدتُّ امْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِن كُلِّ شَيْءٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ. وَجَدتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِن دُونِ اللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ.

Artinya : “Maka tidak lama kemudian , lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba  suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita  yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan , sehingga mereka tidak dapat petunjuk. “

Bilqis binti Sharahil, begitu sebagian riwayat tarikh menyebutkan, adalah ratu penduduk Saba (di Yaman), yang kemudian dilaporkan oleh burung Hud-Hud kepada Nabi Sulaiman ‘Alaihis Salam (di Baitul Maqdis, Palestina). Nabi Sulaiman ‘Alaihi Salam pun menyerukan Bilqis dan kaumnya agar masuk Islam.

Maka berlangsunglah kontak antara kedua bangsa yang diabadikan Al-Qur`an melalui pos kilat dan terpercaya (Hud-Hud) yakni antara bangsa Palestina dan Yaman jauh sebelum keberadaan telekomunikasi modern saat ini. Hal ini membuktikan kedekatan kedua bangsa meskipun jarak geografi antara keduanya mencapai ribuan kilo meter yang tergolong jauh untuk ukuran masa itu. Hud-hud telah membawa pos Nabi Sulaiman ‘Alaihi Salam dari Palestina ke Yaman.

Umat manusia tidak akan pernah lagi menyaksikan dan mengalami terulangnya peristiwa serupa meskipun pada masa penggunaam pos merpati untuk tujuan surat menyurat antara dua wilayah yang berjarak jauh. Merpati tidak akan pernah mencapai tingkat keistimewaan yang dilakukan Hud-Hud.

Peristiwa istimewa ini tidak hanya berhenti hingga masuknya Bilqis ke jalan Allah, akan tetapi dibarengi pula dengan mu`jizat yang luar biasa dengan berpindahnya singgasana Bilqis di Mareb, Yaman ke Baitul Maqdis di Palestina dalam waktu sekejap.

Hal ini dijelaskan Allah dalam surat An-Naml ayat 38-40:

قَالَ يَا أَيُّهَا المَلَأُ أَيُّكُمْ يَأْتِينِي بِعَرْشِهَا قَبْلَ أَن يَأْتُونِي مُسْلِمِينَ. قَالَ عِفْريتٌ مِّنَ الْجِنِّ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَن تَقُومَ مِن مَّقَامِكَ وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ. قَالَ الَّذِي عِندَهُ عِلْمٌ مِّنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرّاً عِندَهُ قَالَ هَذَا مِن فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ

Artinya: “Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.Berkata ‘Ifrit  dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”.Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab : “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari. Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

Al-Qur`an dalam surat Saba ayat 12 menyebutkan hal itu:

وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ غُدُوُّهَا شَهْرٌ وَرَوَاحُهَا شَهْرٌ وَأَسَلْنَا لَهُ عَيْنَ الْقِطْرِ وَمِنَ الْجِنِّ مَنْ يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِذْنِ رَبِّهِ وَمَنْ يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ

Artinya: “Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya  dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.”

Maka bersatulah dua wilayah tersebut di bawah naungan iman, sehingga Yaman saat itu dapat disebut sebagai bagian dari Kerajaan Sulaiman ‘Alaihi Salam. Kemudian terciptalah kehidupan makmur di antara dua kawasan ini dengan ramainya pemukiman-pemukiman sepanjang dua wilayah tersebut.

Hal ini ditegaskan Allah dalam surat Saba ayat 18:

وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ سِيرُوا فِيهَا لَيَالِيَ وَأَيَّامًا ءَامِنِينَ

Artinya: “Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan aman.”

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga menyebutkan bahwa “Al-Imaan fil Yamaan, wal hikmah Yamaan”, (iman ada di negeri Yaman, dan hikmah ada di Yaman).

Penulis menyaksikan secara langsung ketika Penulis menimba ilmu di Mu’assasah Al-Quds Ad-Dauly Shanaa, Yaman, kampus yang dikenal dalam bidang perjuangan Al-Quds, betapa pemikiran dan perjuangan bangsa Palestina disupport dari negeri Yaman.

Banyak generasi muda Palestina yang tinggal di Yaman, ratusan atau bisa jadi ribuan, yang menimba ilmu sampai tingkat doktor di negeri Saba itu.

Itulah ikatan tauhid antara Yaman dan Palestina. Maka, dalam perjuangan merebut Palestina dari Zionis Israel, Yaman dikenal sebagai salah satu basis para pejuang Palestina di luar negaranya. Dan kini nasibnya tercabik-cabik oleh deru perang yang banyak mengorbankan warga sipil, termasuk para tokoh dan pejuang pembebasan Al-Aqsha, Palestina, yang ‘terpaksa’ pergi ke tempat lain, untuk meneruskan perjuangan panjang pembebasan Palestina. (RS2/P1)

Sumber: Perjuangan Palestina Masa Kini Indonesia Yaman Al-Quds. Dr. Musthafa Luthfi dan Hasanah Mustahafa,Lc. AWG Press, 2011.

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)