Imaam Beri Nama “Barokah” Sumur Dekat Riyasah Sungai Pengharum Jambi

Jakarta, MINA – Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Yakhsyallah Mansur memberi nama sebuah sumur di dekat riyasah Sungai Pengharum, Jambi, dengan nama “Sumur Barokah”, karena airnya bersih, jernih dan dapat diminum tanpa harus dimasak terlebih dahulu.

Nama itu diberikan usai Imaam mengisi Taklim Wilayah di Masjid Darul Hikmah Ponpes Hafidz Al-Fatah,  Desa Teluk Kecimbung, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, tangggal 17 Maret lalu.

“Sumur itu sebelumnya belum ada namanya, kemudian setelah Imaam  melihat sumur tersebut dan meminum airnya,  kemudian langsung  memberi nama ‘Sumur Berokah’. Dan masyarakat sekitar kemudian menyebut dengan nama itu,” kata Arif Julian Saputra, Rois Riyasah Sungai Pengharum, Jambi kepada MINA, Jumat (29/3).

Arif juga mengatakan, lokasi sumur itu diperkiraan 50 meter dari Riyasah Sungai Pengharum dan airnya sudah diuji kualitasnya.

“Untuk mengetahui kebersihan air (Sumur Barokah) itu, Waliul Imam Jambi KH. Saleh Hafidz melakukan pengujian, dengan menyimpannya di dalam botol  sekitar dua tahun lebih, ‘alhasil’ air simpanan itu tidak berbau, berlendir dan lansung dapat diminum tanpa harus dimasak terlebih dahulu,” tambahnya.

Air Sumur Barokah tersebut juga berkhasiat untuk pengobatan. “Alhamdulillah dengan izin Allah melalui perantara air itu penyakit DBD bisa sembuh,” kata Saleh yang telah menggunakan air tersebut sebagai pengobatan.

Arif menceritakan, sumur itu berawal dari sebuah Hulu Sungai (ujung sungai) yang ditemukan oleh seorang warga Desa Teluk Kecimbung. Air Hulu Sungai. Menurut warga setempat dipercaya bersih, berkualitas dan dapat langsung diminum.

Alhamdulillah dengan ditemukannya air tersebut akan meringankan kebutuhan kami, pertolongan Allah,” sambungnya.

Rencananya, lanjutnya, air Sumur Barokah akan dijual dalam botol, untuk membantu membiayai  kebutuhan / kegiatan Jamaah Muslimin (Hizbullah) di Jambi. (R/Gun/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)