Imaam Yakhsya: Hafiz Quran Hendaknya Bersanad

Kuala Terengganu, MINA – Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur menyerukan kepada seluruh Santri penghafal Al-Quran (Hafiz) agar mempunyai guru yang bersambung (sanad) sampai ke Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wa salam. 

“Seluruh hafiz seharusnya memiliki sanad sebagai bukti bahwa bacaannya bersambung kepada Rasulullah. Selama belum bersanad, bacaannya belum terjamin,” kata Yakhsyallah dalam ceramahnya di Mahad Tahfiz Darul Ulum Al-Muhsinin wa Nasirin, Kuala Terengganu, Malaysia, Kamis (7/2).

Kegiatan itu dihadiri oleh sejumlah tokoh yaitu pendiri Mahad Tahfiz Darul Ulum Al-Muhsinin wa Nasirin  Dr. Rahimah Embong, pengasuh mahad Prof Madya dan Pemimpin Umum Kantor Berita Mi’raj News Agency (MINA) Ir. Shafril Lubis.

Yakhsyallah mengatakan, Al-Quran merupakan kalam Allah yang harus dipelajari secara baik dan benar, sehingga tidak keluar dari koridor dan aturan yang telah diajarkan Nabi Muhammad.

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah Indonesia itu, mengajak para santri untuk senantiasa tekun dalam menghafal dan memahami Al-Quran sehingga yang dihafal dapat menjadi penyelamat ketika di akhirat kelak.

Yakhsyallah juga mengatakan, Ponpes Al-Fatah Indonesia siap bekerja sama dengan Mahad Tahfiz Darul Ulum Al Muhsinin wa Nasirin, dalam menjadikan para santri mendapatkan sanad sampai ke Rasulullah.

“Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia siap bekerjasama untuk seluruh santri sehingga bisa mendapatkan sanad, seperti yang telah dijelaskan tadi,” ucapnya.

Selain itu, ia juga menawarkan dan merekomendasikan para santri yang ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri.

“Ponpes Al-Fatah bersedia memberikan rekomendasi untuk seluruh santri yang bercita-cita meneruskan pendidikan sarjana (S1) di Sudan, Karena Al-Fatah telah mendapatkan MoU (kerja sama) dengan beberapa universitas di Sudan,” tambah Yakhsyallah. (L/Haf/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)