Imaam Yakhsyallah: Al-Aqsa Bebas Jika Kaum Muslimin Bersatu

Bogor, MINA – Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) KH Yakhsyallah Mansur, MA menegaskan, Masjid Al-Aqsa dapat dibebaskan dan Palestina merdeka jika seluruh kaum Muslimin bersatu.

“Kesatuan umat Islam merupakan bagian dari syariat Islam, seperti halnya syahadat, shalat, puasa, dan tuntunan Allah lainnya,” ujar Imaam Yakhsyallah pada acara webinar internasional yang diselenggarakan oleh Aqsa Working Group (AWG) dengan tema “Menggalang Kerjasama Universal dalam Pembebasan Al Aqsa dan Palestina”, Sabtu (3/4), di Masjid At-Taqwa Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Pembina AWG itu juga yakin jika umat Muslim seluruh dunia akan dapat bersatu berjama’ah dalam kepemimpinan Islam. Kesatuan umat Islam sebagai syariat Islam adalah tuntunan Allah. Untuk menyatukan kaum Muslimin pun harus sesuai tuntunan Allah.

“Kesatuan umat Islam tujuan utama agama, kewajiban syariat. Sekecil apapun upaya untuk mempersatukan umat Islam dicatat Allah sebagai satu upaya dalam pembebasan Al-Aqsha,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Imaam Yakhsyallah, untuk mewujudkan persatuan umat Islam maka kita harus saling kerjasama dalam kebaikan dan takwa, serta menjauhi perpecahan tidak saling mencaci, juga menghindari kemaksiatan dan permusuhan.

Dia menegaskan, Al-Quds adalah ibukota Palestina, pembebasan Al-Quds, Masjid Al-Aqsa dan Palestina dari belenggu penjajahan mesti menjadi kewajiban kolektif kaum muslim di seluruh dunia yang digariskan oleh Allah SWT dan seharusnya dilaksanakan melalui gerakan yang bersatu padu di bawah kepemimpinan yang mengikuti jejak kenabian.

“Pembebasan Masjid Al-Aqsa memerlukan persatuan umat. Persatuan kepemimpinan mengikuti jejak kenabian,” tegasnya.

Al-Quds dibebaskan pada masa Khalifah Umar dan Shalahuddin Al-Ayubi.

Imaam mengemukakan, Khalifah Umar menguatkan persatuan umat dan kepemimpinan mengikuti jejak kenabian. Tidak ada Islam kecuali dengan berjama’ah.

Shalahuddin Al-Ayubi berhasil membebaskan Al-Aqsha dari tangan pasukan salib, dengan mempersatukan umat Islam di Syam, Mesir, dan daerah-daerah lain. Baru bisa membebaskan Al-Aqsha.

Hingga kekhilafahan Turki Utsmani berupaya melindungi Al-Aqsha.

“Saya tidak menjual tanah sejengkal pun tanah Palestina, tanah kaum Muslimin. Tanah kaum Muslimin mendapatkannya dengan darah dan jiwa mereka,” demikian Sultan Abdul Hamid II menyampaikan.

Sementara itu, Ketua Presidium AWG M. Anshorullah dalam sambutannya mengatakan, webinar internasional kali ini bertepatan dengan milad AWG yang ke-13 dan juga menjadi bagian dari rangkaian acara Taklim Pusat Virtual Jama’ah Muslimin (Hizbullah) 1442 H.

AWG yang didirikan pada tahun 2008, merupakan lembaga yang dibentuk dalam rangka mewadahi dan mengelola upaya kaum muslimin untuk pembebasan Masjid Al-Aqsa dan Palestina.

Webinar internasional tersebut menghadirkan Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Hendraning Kobarsyih dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun sebagai pembicara kunci.(L/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)