Imaam Yakhsyallah Berikan Tausiyah Khusus untuk Syubban dan Fatayat Jama’ah Muslimin (Hizbullah)

Al-Muhajirun, Lampung Selatan, MINA – Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur memberikan pengarahan dan tausiyah khusus kepada Syubban dan Fatayat Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Lampung di Aula At-Taqwa, Al-Muhajirun, Sabtu, (17/10) malam.

Dalam tausiyahnya, Yakhsyallah menyampaikan pengertian Pemuda dalam Al-Qur’an dan Hadits. Di dalam Al-Qur’an pemuda disebut dengan Fityah sementara di dalam Hadits disebut Syabbab, jamaknya Syubban.

Fityah adalah tahapan manusia setelah baligh sebelum tumbuh jenggot dan kumis. adapun Syabbab yaitu orang yang sudah baligh dan umurnya sebelum 40 tahun,” katanya.

Ada minimal tiga arahan Yakhsyallah terhadap syubban dan fatayat pada pertemuan tersebut.

Arahan pertama agar syubban punya pengetahuan yang luas.

“Saya harapkan syubban menjadi generasi yang besar keingintahuan nya. Belajarlah, jangan merasa puas belajar kalau ingin menyelamatkan Jama’ah ini,” katanya.

Arahan kedua, Yakhsyallah meminta Syubban untuk berjuang sebagaimana pemuda Ashabul Kahfi berjuang mempertahankan akidahnya.

“Remaja harus rela meninggalkan fasilitas segalanya yang mengenakkan demi perjuangan. Bayangkan remaja (Pemuda Ashabul Kahfi) yang hidup mewah dengan bapaknya, tapi kemudian meninggalkan semuanya,’’ katanya.

Karenanya, pemuda Jama’ah Muslimin harus berfikir bagaimana mengembangkan Jama’ah di tempat lain.
“Pemuda harus sanggup meninggalkan kehidupan mewah untuk berjuang. Memang biasanya berjuang itu tidak ada fasilitas mewah,” ujarnya.

Harapan ketiga, Yakhsyallah ingin agar syubban punya kekuatan fisik yang besar, karenanya pemuda harus giat berolahraga.

“Pemuda kekuatan nya harus besar, pemuda harus senang berolahraga. Jangan sampai pemuda jauh dari olahraga, pemuda harus senang berolahraga. Nabi Ibrahim kuat sampai bisa hancur leburkan itu berhala,” ujarnya.

Karenanya, lanjut Yakhsyallah, pemuda harus punya keberanian dan kecerdasan. Cerdas tidak mungkin bisa kalau rasa keingintahuan nya tidak besar. “Kalian berani hanya jangan ngawur, perlu perhitungan. Kalau ngawur akan membahayakan,” ujarnya.

Pengarahan dan tausiyah Imaam untuk pemuda dan pemudi ini dihadiri kurang lebih seratus orang dari berbagai perwakilan kabupaten se-Lampung.

Amir Syubban Wilayah Lampung, Waliyullah saat diwawancarai MINA usai acara berharap syubban punya semangat militan, dan tahu esensi hidup. “Sebagai pemuda harus bisa memberi kontribusi terhadap perjuangan Islam,” ujarnya.(L/lmr/twi/B03/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)