Imaam Yakhsyallah : Diperlukan Kerja Spektakuler Untuk Bebaskan Al-Aqsha

Cilacap, Jawa Tengah, 16 Dzulhijjah 1437 H/ 18 September 2016 (MINA) – Pembebasan Masjid Al-Aqsha memerlukan kerja spektakuler. Demikian dikatakan Imaamul Muslimin, Yakhsyallah Mansur dihadapan peserta Pembentukan dan Pengukuhan Pengurus Al-Aqsa Working Group (AWG) Biro Jawa Tengah Selatan di Pondok Pesantren Al-Fatah Maos, Cilacap, Jawa Tengah, Ahad, (18/9).
“Di dalam Al-Qur’an hal yang spektakuler biasanya menggunakan kalimat Subhannallah. Maka pembebasan Masjid Al-Aqsha ini mesti akan spektakuler, oleh karenanya diperlukan kerja yang juga spektakuler, bukan kerja biasa-biasa saja,” ujarnya.
Menurutnya, kerja luarbiasa ini sudah ditunjukkan dan dicontohkan oleh Umar Bin Khattab dan Sholahuddin Al-Ayyubi.
“Umar Bin Khattab belum pernah keluar Madinah kecuali ketika menerima kunci Baitul Maqdis. Begitu juga Sholahuddin, yang berhasil membobol benteng Baitul Maqdis tidak dengan mudah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yakhsyallah memaparkan beberapa faktor bagaimana Masjid Al-Aqsha nanti akan terbebas. Faktor utama adalah kesatuan umat dalam satu pimpinan.
“Terbebasnya Masjid Al-Aqsha hanya bisa dilakukan dengan bersatunya umat Islam di bawah Khilafah, ini juga diyakini oleh saudara kita digaris terdepan di Palestina. Ada beberapa orang Palestina yang katakan kepada kami, Palestina hanya bisa dibebaskan oleh Khilafah, dan dari Indonesia inilah dimulainya,” katanya.
Faktor lainnya yakni, ketaatan kepada ulil amri juga perhatian kita terhadap hal yang kecil yang diusahakan umat Islam dalam upaya pembebasan Baitul Maqdis.
“Jangan pernah remehkan hal kecil, karena boleh jadi Allah kuatkan kita justru dari hal yang kecil. Ketika kita berupaya mengajak banyak manusia lantas yang ikut hanya sejumlah kecil manusia, jangan khawatir, karena boleh jadi dengan jumlah yang kecil itu Allah berikan kekuatan dan pertolongan,” ujarnya.
Kemudian Yakhsyallah juga mengajak para pembebas Masjid Al-Aqsha untuk giat sholat malam dan membaca Al-Qur’an.
“Kekuatan datangnya dari Allah, maka jangan pernah tinggalkan shalat lail, selain itu juga jangan tinggalkan membaca Al-Qur’an. Dengan Al-Qur’an kita bebaskan Masjid Al-Aqsha,” katanya.

AWG merupakan lembaga yang dibentuk untuk mewadahi dan mengelola upaya-upaya dalam rangka perjuangan pembebasan masjid Al Aqsa pada khususnya dan kaum muslimin Palestina pada umumnya dari penjajahan zionis Israel.

Pembentukan AWG pun dimaksudkan untuk menghimpun kaum muslimin dalam suatu ikatan yang dijiwai oleh pelaksanaan ukhuwwah Islamiyah yang diarahkan pada perjuangan atau jihad fie sabilillah. Upaya-upaya AWG terkait perjuangan Palestina antara lain dengan mengadakan berbagai kegiatan selain diklat, yaitu: seminar, tabligh akbar, longmarch, bedah buku, layanan sms al-aqsha, santunan dhuafa dan qurban di Jalur Gaza.(L/irf/K08/P2).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA).