Imaam Yakhsyallah: Idul Adha Haruslah Lebih Meriah dari Idul Fitri

Jakarta, MINA – Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur mengajak ummat Islam untuk merayakan hari Idul Adha lebih meriah dari pada Idul Fitri.

“Kemeriahan itu setidaknya terlihat dari beberapa hal yang bisa kita lakukan sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa salam,” jelas Yakhsyallah kepada MINA, Selasa (21/7).

Dari segi perintah bertakbir, pada Idul Adha, kita disunnahkan takbir selama empat hari berturut-turut (Hari Idul Adha dan Tasyrik). Sementara Idul Fitri hanya sehari, yaitu pada 1 Syawal, khususnya ketika hendak menuju tempat Shalat Id.

Imaam Yakhsyallah menjelaskan, cara membuat Idul Adha lebih meriah adalah dengan memperbanyak membaca takbir pada menuju tempat Shalat Id, saat penyembelihan hewan kurban hingga berakhirnya Hari Tasyrik. Takbir juga bisa dilaksanakan ketika selesai shalat fardhu lima waktu.

Sementara dari segi finansial (biaya), Idul Adha jauh lebih besar dari pada Idul Fitri. Pada hari Idul Adha, ummat Islam diperintahkan berhaji dan menyembelih hewan Qurban bagi yang tidak berangkat haji, sementara Idul Fitri kita diperintahkan untuk menunaikan zakat fitrah. Tentu biaya haji dan Qurban lebih besar dari pada zakat fitrah.

Itu sebagai bukti ketaatan kepada perintah Allah, untuk dapat mendekatkan diri kepada-Nya dengan menyembelih hewan qurban, selanjutnya dagingnya dibagikan kepada fakir miskin. (L/P2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)