Imaam Yakhsyallah Mansur: Idul Adha Momentum Persatuan

Cileungsi, Kabupaten Bogor, MINA – Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Yakhsyallah Mansur dalam khutbah Idul Adha 1440 H di Lapangan Pesantren Al-Fatah, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Ahad (10/8) mengatakan, perbedaan tidak menghalangi umat Islam untuk bersatu.

“Hari ini, lebih dari dua juta umat Islam sedang melaksanakan ibadah haji. Mereka datang dari beragam negara, suku dan bangsa. Tetapi kemudian Allah menyatukan mereka,” katanya kepada ratusan jamaah.

Menurut Imaam Yakhsyallah, ibadah haji dan kurban bisa mengeratkan ukhuwah Islamiyah, menghilangkan sikap ananiyah (egoisme) dan sifat-sifat buruk lainnya.

Imaam Yakhsyallah menegaskan, ibadah haji dan kurban mengingatkan kita kepada keluarga Nabi Ibrahim alaihissalam yang begitu tegar  mengarungi ujian kehidupan.

“Beberapa hikmah lain dari ibadah Idul Adha yang bisa dipetik antara lain, mendekatkan diri kepada Allah, mengingat dan meneladani kebesaran Allah melalui kisah Nabi Ibrahim,” ujarnya.

Hikmah dari ibadah Idul Adha adalah menyatukan umat Islam di seluruh dunia. Hal ini disebabkan karena mereka datang dari berbagai bangsa berkumpul dalam ibadah puncak haji.

“Ini adalah kenikmatan yang Allah berikan kepada umat Islam. Allah mengingatkan umat Islam untuk hidup berjamaah. Berjamaah adalah rahmat, dan perpecahan adalah azab,” tegasnya.

Sejarah mencatat, setelah wafatnya Rasulullah dan para sahabatnya, umat Islam hidup terkotak-kotak. Padahal jumlah umat saat ini mencapai 1,8 miliar orang.

“Ini menjadikan umat Islam sangat lemah, menjadi serbuan musuh-musuh Islam. Berpecah menjadikan umat Islam lemah dan gentar menghadapi musuh. Umat akan kuat dan maju ketika  bersatu,” tegasnya.

Ia mengajak umat Islam untuk hidup dalam jamaah. Sebab dengan hidup berjamaah, Umat Islam akan saling tolong menolong, saling kuat menguatkan. “Tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri,” katanya. (L/R06/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)