Bandar Lampung, MINA – Negara Indonesia dibangun atas dasar musyawarah mufakat. Demikian disampaikan Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur pada Kuliah Umum Sekolah Tinggi Shuffah Al-Qur’an Abdullah bin Mas’ud (STSQABM), Selasa, (18/9).
“Indonesia menjadikan musyawarah mufakat sebagai dasar negara,” katanya pada acara yang digelar di Gedung Pusiban Komplek Kantor Gubernur Lampung.
Itulah sebabnya, kata Yakhsyallah, lembaga tertingginya dinamakan Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Karenanya, menurut Yakhsyallah, musyawarah untuk mencapai mufakat merupakan hal yang sangat penting bagi bangsa Indonesia.
Baca Juga: H+4 Lebaran, Pemudik Mulai Berdatangan di Terminal Pulo Gebang
Selain itu, Yakhsyallah juga menyebut bahwa Rasulullah adalah orang yang paling sering bermusyawarah.
“Burhan Al-Islam Az-Zarnuji (w. 593 H) dalam Ta’limul Muta’allim fi Thariq At-Ta’allum, menyatakan bahwa Rasulullah Shalallahu A’laihi Wa Sallam adalah orang yang paling sering bermusyawarah, padahal tidak ada orang yang melebihi kecerdasan beliau,” katanya.
Bahkan, lanjut Yakhsyallah, Rasulullah bermusyawarah dengan para sahabat dan meminta pendapat mereka dalam segala urusan, hingga dalam urusan keperluan rumah tangga.
Karenanya sangat penting musyawarah sehingga Ali bin Abi Thalib berkata, Seseorang tidak akan celaka karena bermusyawarah.
Baca Juga: Tanggapi Tarif Resiprokal AS 32 Persen Indonesia Siapkan Strategi Menghadapinya
Yakhsyallah memberikan kuliah pembuka pada Kuliah Umum yang diadakan oleh STSQABM dengan menghadirkan pembicara Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Muzani dengan tema “Musyawarah Mufakat Solusi Terbaik Sistem Pemilihan Pemimpin di NKRI”.(L/hbb/B01).
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Cuaca Jakarta Jumat Ini Cerah Berawan, Sebagian Diguyur Hujan