Imaam Yakhsyallah Ingatkan Umat Islam Jaga Persatuan

Imam-Yakhsya

Cileungsi, Kabupaten Bogor, 16 Safar 1438/16 November 2016 (MINA) – Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur mengingatkan kaum Muslimin untuk tidak masuk ke dalam perangkap musuh-musuh Islam dengan ikut menyebarkan propaganda yang bisa memecah persatuan.

Hal disampaikan Imaam Yakhsyallah saat mengisi kuliah shubuh di Masjid At-Taqwa, Pondok Pesantren Al-Fatah, Cileungsi, Bogor, Rabu (16/11) untuk menyikapi kondisi terkini kaum Muslimin.

“Kaum Muslimin jangan sampai mau diadu domba. Dulu, kaum Muslimin pernah mengalami perang saudara antar sesama umat Islam, yang dikenal dengan perang Shiffin, ini adalah salah satu fitnah besar yang terjadi di dalam tubuh kaum Muslimin akibat propaganda musuh-musuh Islam,” kata Imaam Yakhsyallah.

Imaam Yakhsyallah mengutarakan bahwa hal-hal yang bisa menjauhkan kaum Muslimin dari perpecahan atau fitnah yang sedang terjadi saat ini.

“Ada beberapa hadits yang menjelaskan sikap kaum Muslimin ketika muncul fitnah. Pertama, ‘fa’alaika bil masajid‘, kaum Muslimin harus senantiasa dekat dengan masjid, jaga sholat lima waktu, kalau perlu, sebelum adzan, sudah mengisi masjid,” ujarnya.

Imaam Yakhsyallah melanjutkan, ‘fa’alaika bil quran‘ , kaum Muslimin harus senantiasa dekat dengan wahyu Allah, kitab petunjuk yaitu Al-Quran, kalau perlu ke mana-mana bawa mushaf Al-Quran.

“Bahkan ketika terjadi perselisihan antara Ali dan Muawiyah, Amr bin Al-Ash meminta untuk tidak melanjutkan perselisihan dengan menyuruh seluruh umat Islam mengangkat Al-Quran di ujung tombak. Padahal ketika dalam kondisi perang, kaum Muslimin pada bawa Al-Quran, meskipun kemudian banyak yang menganalisa kebenaran kisahnya,” ujar Imaam Yakhsyallah.

Dan terakhir, kata Imaam Yakhsyallah, fa’alaika bil jamaah, yaitu kaum Muslimin harus bersatu, kaum Muslimin jangan sampai bertindak sendiri-sendiri.

Sementara dalam menyikapi berita-berita yang tersebar di media sosial seperti WhatsApp, FaceBook, Twitter dan selainnya, Imaam Yakhsyallah mengatakan bahwa ada tiga sikap dalam menanganinya.

“Saat ini berita tersebar dengan cepat melalui perangkat ini (hp), dan media sosial. Cara menyikapinya seperti kita menyikapi kisah-kisah Israiliyat dengan tiga sikap, pertama jangan tolak semuanya, kedua jangan benarkan semuanya, ketiga ambil yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam,”  demikian Imaam Yakhsyallah. (L/P011/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)