Imaam Yakhsyallah: Islam Sangat Menekankan Kesatuan Umat

Sarolangun, Jambi, MINA – Imaamul Muslimin KH. Yakhsyallah Mansur menegaskan, Islam adalah agama yang sangat menekankan kesatuan.

Hal itu dikatakan Yakhsyallah dalam acara Talim Jama’ah Muslimin (Hizbullah), dengan tema ” Relevansi dan Ibadah Haji dan Qurban dalam upaya mewujudkan Kesatian Umat”, di Pondok Pesantren Hafidz Al-Fatah Jambi Ahad, (2/8).

“Al-Quran dengan jelas menyatakan bahwa kaum Muslimin adalah satu umat bukan bermacam-macam umat (al-umam). Ketika menyebut umat Islam, Allah  selalu menggunakan kalimat tunggal (mufrad),” kata Yakhsyallah.

“Ibn Katsir menyatakan bahwa ayat ini memerintahkan umat Islam berjamaah (bersatu dan bersama-sama) dan melarang mereka berfirqah-firqah (berpecah-belah),” tegasnya.

Sejatinya umat Islam adalah umat yang satu, mengingat Rabb mereka satu; Rasul yang diutus kepada mereka satu; Kiblat mereka satu; Pedoman hidup mereka satu; Syiar-syiar agama mereka satu; syariat mereka satu; dan Imam mereka satu.

Imaam mengatakan, ibadah haji dikumandangkan Nabi Ibrahim  sekitar 3600 tahun yang lalu. Sesudah masa beliau, praktek-prakteknya sedikit atau banyak telah mengalami perubahan, kemudian diluruskan kembali oleh Nabi Muhammad. Salah satu yang diluruskan itu adalah praktek ritual yang bertentangan dengan nilai kesatuan dan kebersamaan.

Al-Qur’an menegur sekelompok manusia yang dikenal dengan nama “Al-hummas” yang merasa memiliki keistimewaan sehingga enggan bersatu dengan orang banyak dalam melakukan wuquf.

“Seluruh syariat yang dipraktekkan dalam pelaksanaan ibadah haji, baik dalam bentuk ritual atau non ritualnya, dalam bentuk kewajiban atau larangannya dan dalam bentuk nyata atau simboliknya, semua akhirnya bermuara kepada ajaran tentang pentingnya kesatuan dan kebersamaan,” demikian Imaamul Muslimin. (R/SH/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA).