Imaam Yakhsyallah Mansur: Makanan Berperan Dalam Kinerja Amal Sholeh dan Dikabulkannya Doa

Al-Muhajirun, Lampung Selatan, MINA – Jika kita memperhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita, akan semakin mudah untuk beramal ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Hal itu disampaikan Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Yakhsyallah Mansur dalam sambutan pada acara Lomba Memasak Olahan Ubi yang diadakan di pelataran Masjid An-Nubuwwah, Komplek Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah, Al-Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, Jumat (16/10).

“Kalau kita amal sholeh malas, sholat malam malas, maka lihat makanannya,” tegasnya.

Imaam menyampaikan, dalam tafsir Ibnu Katsir, terdapat penjelasan yang panjang tentang perintah Allah kepada umat Islam untuk memakan makanan yang halal dan toyyib (baik).

Toyyib sendiri memiliki syarat agar suatu makanan dapat dikatakan toyyib, yaitu bergizi, enak, dan bisa dinikmati.

“Kalau makanan tidak toyyib, mana bisa amal sholeh, sakit melulu,” ujarnya.

Menurut Imaam Yakhsyallah, sakit utamanya berasal dari makanan. Jadi, kalau ingin bisa beramal sholeh harus menjaga makanan dengan hanya memakan yang halal lagi baik.

Ia mengambil contoh militer yang begitu ketat penjagaan makannya. “Lihat pendidikan militer, makanannya yang baik,” katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan sebab muslimin sulit menjadi ummatan wahidah (umat yang satu) karena makanan yang tidak karuan.

Untuk bisa berjama’ah, antara lain yang harus diperhatikan dari makanannya. Jadi jangan dipandang sederhana, karena itu merupakan salah satu peradaban makanan.

“Yahudi tahu betul mengenai hal tersebut, maka mereka pasarkan makanan haram, supaya doa orang mukmin tidak dikabulkan,” terangnya.

Team Ribath Covid-19 (TRC-19) bekerja sama dengan Koordinator Muslimat Al-Muhajirun Lampung menginisiasi kegiatan lomba memasak dalam rangka memaksimalkan hasil panen dari kebun ketahanan pangan wabah COVID-19.

Lomba memasak olahan ubi ungu dan kuning ala ummahat (ibu-ibu) Al-Muhajirun Lampung merupakan yang acara yang ketiga kalinya setelah terlaksananya lomba memasak olahan labu kuning dan jagung satu bulan yang lalu.(L/cha/P1).

Mi’raj News Agency (MINA)