Imaam Yakhsyallah Mansur : Perintah Berjamaah Sudah Ada Sejak Nabi Nuh

Al-Muhajirun, Lampung, MINA – Syariat berjamaah sudah ada sejak zaman Nabi Nuh.

Demikian Imaamul Muslimin, Yakhsyallah Mansur pada Taklim Gabungan Markaz II Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Lampung, Ahad, (29/12).

Yakhsyallah mengutip QS. Asy-Syuro : 13 yang menerangkan misi syariat lima Nabi yang disebut sebagai Ulul Azmi. “Misi syariatnya sama, An Aqimuddin walaa tatafarroqu fiih. Tegakkan agama jangan berpecah belah. Lawan pecah belah ya tentu berjamaah,” katanya pada taklim yang dihadiri sekitar 3000 jamaah ini.

Jadi Nabi yang lima tadi diperintah oleh Allah untuk berjamaah dalam menegakkan agama Islam.

“Maka jika ditanya sejak kapan jamaah ini ada, jawabnya sejak Nabi Nuh. Ribuan tahun lalu. Nabi Ibrahim saja sudah 7000 tahun. Ini bahkan sejak Nabi Nuh,” ujarnya.

Namun menurut Yakhsyallah, ada yang tidak mau diajak mengamalkan syariat berjamaah.

“Maka ayat selanjutnya disebutkan Kaburo Alal Musyrikiin, berat bagi orang musyrik untuk hidup berjamaah,” ujarnya.

Ketua Panitia, Rifqi Maulana Akbar mengatakan, Taklim Gabungan Markaz II Al-Muhajirun ini dikhususkan bagi kaum muslimin di Markaz II Al-Muhajirun Lampung yang tergabung di Jama’ah Muslimin (Hizbullah) saja. (L/B01/RS1).

Mi’raj News Agency (MINA).