Imaam Yakhsyallah Minta Umat Islam Kedepankan Dakwah Sosial

Depok, MINA – Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) KH Yakhsyallah Mansur mengajak umat Islam untuk mengedepankan dakwah sosial, sebagai upaya untuk mengembangkan dan menggerakkan ekonomi keumatan.

Hal itu disampaikan Imaam Yakhsyallah saat mengunjungi Rumah Al-Balad di Depok, Rabu (24/7). Rumah Al-Balad adalah sebuah lembaga pendidikan, pemberdayaan dan inkubator bisnis, dengan melibatkan masyarakat menjadi pelaku utama, baik sebagai produsen maupun konsumen.

“Sudah sering saya sampaikan, umat Islam ini harus lebih banyak dakwah sosialnya, dakwah bil haal-nya. Dakwah di podium sudah di mana-mana, tapi dakwah bil haal-nya ini yang belum,” katanya saat berbincang dengan Founder Rumah Al-Balad, Legisan S Samtafsir.

Imaam Yakhsyallah mengatakan, umat Islam tidak perlu lagi melakukan perlawanan secara frontal, cukup dengan melakukan aksi nyata membangun ekonomi keumatan.

“Saya sudah berbicara di lima tempat, umat Islam ini, sudahlah jangan melakukan perlawanan yang hura-hura, seperti kemarin itu, berapa biaya yang dikeluarkan untuk pilkada, pilpres itu, macam-macam, dan ternyata tidak seperti yang kita inginkan,” ujarnya.

“Jadi insyaAllah dengan begini ini, sentra-sentra ekonomi kita perkuat, karena memang mau tidak mau dakwah harus berbuat oleh ekonomi,” imbuhnya.

Menurut Imaam Yakhsyallah, umat Islam yang sedang dalam kondisi kemunduran adalah hal yang wajar. Sementara orang-orang di luar Islam sedang mengalami kemajuan sangat pesat juga merupakan hal yang sangat wajar.

“Nah kenapa Cina menggurita? Karena memang ekonominya mereka kuat. Di Indonesia mungkin jumlahnya sedikit, tetapi ekonomi mereka kuat-kuat. Contoh lain Israel, orangnya sedikit tetapi ekonominya kuat. Nah, umat Islam ini belum sampai ke situ,” katanya.

Ia melanjutkan, faktor kemunduran lainnya adalah umat Islam disibukkan oleh perdebatan furuiyyah, ada dalilnya apa tidak. Kalau sudah ada dalilnya, menurut ulama ini bagaimana, menurut ulama itu bagaimana. Menurut Imaam Yakhsyallah, hal seperti itu tidak perlu terjadi.

“Perdebatan seperti itu tidak akan pernah selesai. Kita sudah pengalaman. Sekarang yang harus kita lakukan adalah bagaimana dakwah bil haal, nyata. Kalau dengan tindakan kan nyata itu. Dengan adanya perkembangan ini kami sangat bersyukur, dan memang itulah yang kami harapkan,” katanya. (L/R06/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)