Imaam Yakhsyallah: Negara  Ibarat Rumah Tangga, Selesaikanlah Masalah dengan Kasih Sayang

Jakarta, MINA – Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur menyatakan, hidup berbangsa dan bernegara itu ibarat sebuah rumah tangga. pemerintah adalah orang tua dan warga negara sebagai anggota keluarga.

“Hidup bernegara itu ibarat rumah tangga, maka segala permasalahan hendaknya diselesaikan dengan semangat kasih sayang, kekeluargaan dan persaudaraan. Bukan dengan semangat ingin menang sendiri dan saling membenci,” katanya kepada MINA, Selasa (30/12).

Imaam Yakhsyallah memberi tanggapan terkait pembubaran ormas FPI.

Menurutnya, alangkah baiknya jika pemerintah bertindak sebagai ayah yang menasihati anak-anaknya dengan mengajak dialog, dengan semangat kasih sayang, penuh kesantunan dan kekeluargaan.

“Orang tua yang baik mengajak dialog anak-anaknya jika ada persoalan, dengan semangat kasih sayang, penuh kesantunan dan kekeluargaan. Sementara itu, anak yang baik harus bisa memahami apa yang ada di hati dan pikiran orang tuanya, serta memiliki semangat tidak ingin merepotkan orang tua,” jelasnya.

“Dengan pembubaran FPI ini mungkin ada yg senang dan ada juga yang sedih.Tetapi, marilah semua introspeksi bahwa dalam sebuah negara demokrasi, perbedaan adalah hal yang wajar selama berorientasi kepada kebaikan. Jangan kita membenci yang berbeda dengan kita, jangan pula yang berbeda lantas dianggap musuh,” paparnya.

Yakhsyallah mengajak semua anak bangsa untuk bersatu, bergandengan tangan demi menghadapi musuh bersama bangsa. “Musuh bersama bangsa Indonesia adalah: komunisme, separatisme, korupsi, kolusi dan nepotisme, serta kekuatan-kekuatan asing yang tidak senang negara ini maju dan berdikari,” katanya. (L/P2/P1)

Mi’raj news Agency (MINA)