Imaam Yakhsyallah: Palestina Masalah Dunia, Penjajahan Harus Dihapus

Jakarta, MINA  – Pembina Aqsa Working Group (AWG) Imaam Yakhsyallah Mansur mengatakan Palestina bukan masalah umat Islam saja, akan tetapi masalah Dunia dan segala bentuk penjajahan harus dihapuskan.

“Sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 sudah ditulis dengan jelas dan ini menjadi pedoman setiap langkah kamu untuk mengajarkan pembelaan terhadap Palestina dan Masjidil Aqsa, mudah-mudahan segera Merdeka,” kata Imaam Yakhsyallah dalam Konferensi Pers Rabu (16/3).

Konferensi Perempuan Internasional untuk Pembebasan Al-Aqsa dan Palestina yang digelar AWG dilaksanakan pada Kamis (17/3) di Jakarta.

Konferensi yang mengambil tema “Bergerak Berjamaah Membela Perempuan dan Anak-anak Palestina” ini sebagai salah satu wujud dukungan kepada perjuangan rakyat Palestina dan kaum Muslimin dalam membebaskan Al-Aqsa dan kemerdekaannya.

Ia menjelaskan,  pada Pembukaan UUD 1945 dengan jelas disebutkan bahwasanya kemerdekaan adalah hak segala bangsa oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan prikeadilan.

Apalagi jelas dalam Islam yang rahmatan lil Alamin, “Kami mengutus engkau Muhammad kecuali sebagai rahmat bagi semesta alam.”

“Rasulullah menekankan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Beliau tidak melihat dari aspek atau unsur agama, akan tetapi melihat unsur manusia, manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat untuk manusia yang lain,” kata Imaam Yakhsyallah.

“Mudah-mudahan rekan-rekan wartawan yang hadir di tempat ini akan menjadi manusia yang terbaik karena memberi manfaat bagi manusia lain,” harapannya.

Imaam Yakhsyallah menjelaskan,  konferensi ini digelar pertama kalinya memfokuskan permasalahan Palestina menganai isu wanita dan anak-anak.

“Karena inilah kami mengambil fokus soal wanita dan anak-anak karena mereke yang paling menderita dalam penjajahan Yahudi Zionis yang telah menjajah Palestina hampir 70 tahun hingga saat ini. Kita menghindarkan kalimat Israel karena nama Nabi Yakub Alaihissalam,” tegasnya.

Imaam Yakhsyallah juga mengharapkan insan media dapat menyuarakan penderitaan bangsa Palestina, sesuai dengan unsur kemanusiaan.

Acara tersebut akan menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri, juga mengundang puluhan lembaga kemanusiaan yang mendukung perjuangan Palestina.

Konferensi tersebut juga menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri, juga mengundang puluhan lembaga kemanusiaan yang mendukung perjuangan Palestina diantaranya adalah KH. Yakhsyallah Mansur (Pembina AWG), Anies Baswedan (Gubernur DKI), H.E. Zuhair Al-Shun (Duta Besar Palestina untuk Indonesia),  Dr. H. Syamsul Bahri, M.Pd.I (Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag RI), Abdul Muta’ali, M.A., M.I.P., Ph.D. (Wakil Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia), Khadijah Peggy Melati Sukma (Daiyah, Aktivis Kemanusiaan, Penulis), Dr. Helvy Tiana Rosa, S.S., M.Hum. (Sastrawati, Produser Film, dan Dosen Universitas Negeri Jakarta), Edrida Pulungan (Sastrawati, aktivis dan birokrat), Siti Aminah (Aktivis Aqsa Working Group), Samr Subaih (mantan tahanan perempuan Palestina), Mrs. Razanne Yasir (Australia Palestine Advocacy Network), Dr. Haifa Abdur Rauf Redwan (Pengajar di Darul Quran wa Sunnah Gaza, Palestina), Hanady Halawani (Murabithah) dan Khadija Khuwais (Murabithah).

Aqsa Working Group (AWG) adalah lembaga yang dibentuk dalam rangka mewadahi dan mengelola upaya kaum Muslimin untuk pembebasan Masjid Al-Aqsa dan membantu perjuangan rakyat Palestina.

AWG didirikan oleh komponen umat yang hadir dalam Al-Aqsa International Conference yang diselenggarakan di Wisma Antara pada 21 Agustus 2008 di Jakarta. (L/R8/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)