Imaam Yakhsyallah: Perempuan Berperan Sangat Penting dalam Perjuangan Al-Aqsa

Jakarta, MINA – Imaam Yakhsyallah Mansur mengatakan, kaum perempuan memiliki peran sangat penting dalam perjuangan membebaskan Masjid Al-Aqsa, Palestina.

Imaam Yakhsyallah menyampaikan dalam sambutan Konferensi Perempuan Internasional untuk Pembebasan Al-Aqsa dan Palestina, yang diselenggarakan lembaga kepalestinaan Aqsa working Group (AWG), di Jakarta, Kamis (17/3).

“Islam sangat memperhatikan kaum perempuan dan memandang mereka dengan hormat. Terlebih dalam perjuangan, sepanjang sejarah perempuan Muslimah ikut berpartisipasi dengan kaum laki-laki dalam perjuangan untuk menyebarkan dakwah Islam,” ujarnya.

Perempuan Muslimah berpartisipasi dalam hijrah pertama ke Abyssinia, hijrah ke Madinah, dan dalam pembebasan Fathu Makkah, lanjutnya.

“Termasuk dalam penyebaran Islam, perang, bai’at, periwayatan hadits, dan lain-lain. Di antara sahabat Muslimat itu adalah Maimunah, yang berdialog tentang Masjidil Aqsa,” lanjutnya.

Hadits dari Maemunah menunjukkan, perempuan Muslimah telah menjalankan kewajibannya terhadap Masjid Al-Aqsa dan Palestina sejak awal Islam.

Imaam Yakhsyallah juga menjelaskan di antara tugas terpenting perempuan Muslimah terhadap Masjidil Aqsa dan Palestina adalah mempersiapkan generasi yang benar dan sadar akan perjuangan Al-Aqsa, mendidik anak-anak untuk mencintai Masjidil Aqsa dan Palestina, dan ikut menyebarkan isu-isu tentang Al-Aqsa dan Palestina di kalangan kaum perempuan.

“Perempuan Indonesia juga diharapkan dapat menjalin komunikasi persaudaraan dengan para perempuan Palestina, serta ikut meneguhkan semangat keyakinan kemenangan umat Islam kepada mereka,” lanjutnya.

Konferensi secara hybrid (luring dan daring) tersebut juga menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri, di antaranya H.E. Zuhair Al-Shun (Duta Besar Palestina untuk Indonesia),  Dr. H. Syamsul Bahri, M.Pd.I (Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag RI), Abdul Muta’ali, M.A., M.I.P., Ph.D. (Wakil Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia), Dr. Helvy Tiana Rosa, S.S., M.Hum. (Sastrawati, Produser Film, dan Dosen Universitas Negeri Jakarta), Edrida Pulungan (Sastrawati, aktivis dan birokrat), Siti Aminah (Aktivis Aqsa Working Group), Samr Subaih (mantan tahanan perempuan Palestina), Mrs. Razanne Yasir (Australia Palestine Advocacy Network), Dr. Haifa Abdur Rauf Redwan (Pengajar di Darul Quran wa Sunnah Gaza, Palestina), Hanady Halawani (Murabithah Al-Aqsa) dan Khadija Khuwais (Murabithah Al-Aqsa).

Aqsa Working Group (AWG) sebagai penyelenggara konferensi adalah lembaga yang dibentuk dalam rangka mewadahi dan mengelola upaya kaum Muslimin untuk pembebasan Masjid Al-Aqsa dan membantu perjuangan rakyat Palestina.

AWG didirikan oleh komponen umat yang hadir dalam Al-Aqsa International Conference yang diselenggarakan di Wisma Antara pada 21 Agustus 2008 di Jakarta. (L/RS2/R1

 

Mi’raj News Agency (MINA)