Imaam Yakhsyallah: Syarat Kemampuan Haji di Masa Pandemi adalah Ilmu

Cileungsi, Kabupaten Bogor, MINA – Imaam Yakhsyallah Mansur menyatakan, syarat kesanggupan berhaji di masa pandemi ini salah satunya adalah ilmu.

“Hanya ibadah haji yang mencantumkan syarat istito’ah (kemampuan) yaitu biaya, kemananan perjalanan, kesehatan, kemampuan fisik, waktu, dan satu lagi adalah ilmu, “ katanya dalam webinar MINA Talks, yang diadakan oleh Kantor Berita MINA, Rabu (28/7), berthema “Catatan Haji 1442H di masa Pandemi”.

Webinar MINATalks ini menghadirkaan narasumber: Eko Hartono, Konsul Jenderal RI Jeddah, Arab Saudi; Ade Marfuddin -Pengamat Haji, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; dan Imaam Yakhsyallah Mansur – Dosen Sekolah Tinggi Shuffah Al-Qur’an Abdullah bin Mas’ud.

Ilmu yang dimaksud Yakhsyallah adalah agar dalam melaksanakan haji di tengah pandemi, jangan sampai salah paham mengambil keputusan dan dalam menjalankan syarat rukunnya.

Selanjutnya, Imaam menjelaskan,  umat Islam harus bersyukur dan berbahagia, perhelatan haji masih bisa diselenggarakan di tengah pendemi, meski dalam keterbatasan.

“Kalau kita hanya menyalahkan, justru akan menambah problematika. Maka mari kita bangun narasi positif, semoga pandemi segera berakhir,” jelas Imaam Yakhsyallah.

Dalam kondisi saat pandemi, penyelenggara memang harus berani melakukan perubahan mendasar, tapi bukan hal prinsip. Prinsip dalam Islam adalah adanya ruksah (keringanan).

Webinar dibuka oleh Rifa Berlian Arifin atas nama Pimpinan MINA, sedangkan host   adalah Rana Setyawan (Koordinator Liputan MINA) dan Sri Astuti (Wakil Koordinator Liputan MINA)  sebagai Moderator.

MINA Talks merupakan program utama rutin MINA yang disiarkan secara langsung di saluran resmi Youtube MINANEWS TV menghadirkan narasumber-narasumber berkompeten dengan mengangkat isu populer terkini mengenai isu dunia Islam dan Palestina. (L/P2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)