Imaam Yakhsyallah: Tugas Kantor Berita MINA Menyambung Persaudaraan

Jakarta, MINA – Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur mengatakan, tugas MINA sebagai kantor berita Islam adalah menyambung silah atau persaudaraan umat Islam.

“Silah bermakna menyambung hubungan yang terputus. Ini yang menjadi pesan utama tradisi halal bihalal di kalangan umat Islam pada bulan Syawal ini,” ujar Imaam Yakhsyallah di Kantor Berita MINA, Gedung MER-C, Jakarta, Kamis (4/6).

Ia memberikan gambaran sejarah, bagaimana kekaguman Kaisar Romawi Hiraklius terhadap ajaran yang dibawa Muhammad sebagai Nabi, adalah menyambung persaudaraan.

“Termasuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur gaza, bukanlah semata tempat pengobatan medis. Namun jauh lebih besar lagi adalah sebagai sarnana mempersaudarakan berbagai kelompok perjuangan umat Islam di Palestina,” ujarnya.

Ia juga meminta agar nilai-nilai ibadah Ramadhan agar dapat dilanjutkan pada bulan setelahnya. Di antaranya yang utama adalah ajaran yang menganjurkan memberikan maaf kepada orang lain.

“Nilai dasarnya adalah memberi maaf, terutama ketika berkuasa. Jadi, memberi maaf, bukan meminta maaf. Anjuran untuk memberi inilah yang harus terus dilestarikan,” ujarnya.

Bahkan pada doa Lailatul Qadar pun, berisi pujian bahwa Allah adalah Maha pemaaf dan suka memaafkan.

Menurutnya, jika seseorang banyak memberi, hakikatnya ia akan banyak pula menerima hasilnya. Termasuk jika menjadi pimpinan berilah hak-hak staf atau karyawan dengan sebaik-baiknya. Karyawan pun hendaknya memberikan hasil kerjanya yang terbaik.

“Tunaikanlah hak Allah yang ada padamu dengan sebaik-baiknya, maka Allah akan memperhatikan hak-hak kita,” imbuhnya, menjelaskan hadits Nabi.

Ia menambahkan, terlebih sebagai wartawan, maka berilah atau buatlah berita-berita yang terbaik untuk pembaca. Terutama berita-berita yang berisi ajaran persaudaraan.

Terlebih MINA adalah media yang memiliki visi yaitu menjadi media massa terpercaya sebagai cerminan Islam Rahmatan Lil Alamin.

MINA juga mempunyai misi, yang pertama, membuat berita cepat, objektif dan akurat. Kedua, menyiarkan berita dan artikel untuk menegaskan citra Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Ketiga. Berperan aktif dalam perjuangan Islam dan yang terakhir adalah memperjuangan pembebasan Masjidil Al- Aqsa serta kedaulatan Palestina sebagai negara yang merdeka.

“Semoga MINA menjadi kantor berita yang terpercaya dan jaya terus,” kata Imaam Yakhsyallah.

Semua itu tentu memerlukan perjuangan, dan perjuangan itu bukan hal yang mudah, tapi penuh dengan kesulitan. “Tapi yakinlah dengan janji Allah bahwa bersama satu kesulitan ada dua kemudahan,” ujarnya menguraikan kandungan Surat Alam Nasyrah.

Ia juga berharap, setelah menyelesaikan satu pekerjaan dengan tuntas dan sebaik-baiknya. Maka lanjutkanlah dengan pekerjaan berikutnya dengan lebih baik lagi.

Imaam Yakhsyallah berharap, hasil dari pendidikan satu bulan Ramadhan kemarin dapat membekas dalam diri. Jangan sampai menjadi seperti yang dikhawatirkan Nabi, yaitu banyaknya orang yang berpuasa tapi hasilnya hanya lapar dan dahaga. (L/R8/RS1/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)