Imaam Yakhsyallah:  Tujuh Nasihat Bagi Para Pemuda

Cileungsi, Kabupaten Bogor, MINA – Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur  menyampaikan tujuh pesan nasihat bagi para pemuda (syubban) Jama’ah Muslimin (Hizbullah) dalam Taklim Subban virtual yang disiarkan melalui channel Al-Jama’ah TV, Sabtu (12/12).

Pada taklim dengan tema “Memahami Pemikiran Wali Al-Fattah tentang Syariat Khilafah Ala Minhajin Nubuwwah,” ia menyampaikan nasihat pertama, para pemuda hendaknya untuk melaksanakan shalat lima waktu dengan tepat waktu. Ketika azan dikumandangkan di manapun tempatnya dan di manapun berada.

Kemudian, simaklah Al-Quran dan renungkan isinya, dengarkan Al-Quran serta ingat kebesaran Allah melalui renungan Al-Quran.

Ia menegaskan, agar para pemuda tidak membuang-buang waktu dengan membahas sesuatu yang tidak ada manfaatnya.

Nasihat kedua, ia mengingatkan, rajin-rajinlah belajar bahasa Arab yang benar, karena belajar bahasa Arab adalah salah satu tugas seorang Muslim untuk dapat menggali ilmu agama dan khazanah Islam yang luas.

Ketiga, jangan terlalu banyak berdebat tentang masalah apapun, karena tidak ada untungnya kalau berdebat hanya untuk menyombongkan diri.

Keempat, jangan terlalu banyak tertawa. Tertawa boleh. Namun hati yang dekat kepada Allah selamanya akan tentram dan tunduk.

Kelima, jangan ikuti kecerobohan dan masa lalu. karena perjuangan hanya mengenal kesungguhan, perjuangan tidak mengenal sifat santai masa lalu.

Keenam. Jangan berbicara terlalu keras yang melebihi pendengaran kita, karena yang demikian itu tidak bijaksana dan akan menjengkelkan orang lain.

Ketujuh, hindari sikap menjelekan orang lain di belakang. Artinya adalah kangan bicarakan kejelekan orang lain atau kelompok lain, mungkin ada kejelekanya, karena pada kelompok-kelompok muslimin ada banyak kebaikannya juga.

“Karena memang selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasulullah Shallahu Alai Wassalam mempunyai plus dan minus. Oleh karena itu bicaralah yang baik-baik,” lanjutnya.

Ikut memberikan materi Ustaz Makmun Saleh Hafidz, M.Ag. PhD, Dosen Universitas Mulawarman  Kalimantan Timur dan Ketua Yayasan Pendidikan Al-Fatah Samarinda yang membahas ‘Khilafah dalam Berbagai Perspektif Pemikiran.’

Berdasarkan data panitia, webnar diikuti oleh 200 syuban di seluruh Indonesia dan dari beberapa negara. (L/R8/RS2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)