Imaamul Muslimin: Pemimpin Sebagai Penggembala

Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur. (MINA)

Cileungsi, Bogor, 16 Rabi’ul Akhir 1438/ 15 Januari 2017 (MINA) – Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur pada Ahad (15/1) mengatakan, pemimpin adalah sebagai penggembala.

Ia mengutip sebuah hadits bahwa rasul pernah berkata kulukum ro’in artinya nasib kalian ini sebagai penggembala.

“Kenapa Rasul mengatakan nasib kalian sebagai penggembala? Karena pengembala berada ditengah-tengah umat,” katanya dalam rangkaian acara Sertijab Ketua Fatayat (muslimah muda) Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Pusat di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat pada Ahad (15/1).

Menurut Imaam Jama’ah Muslimin ini, pemimpin yang di tengah umat adalah seperti Khalifah Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib yang mudah saat ditemui umatnya di masjid atau di manapun keberadaannya.

Ia menjelaskan, menjadi seorang penggembala (pemimpin) harus berpegang dengan lima hal, di antaranya, keberadaanya di tengah-tengah umat, harus tahu berapa jumlah umat, melindungi umat, mengarahkan umat kepada yang baik dan bertanggung jawab.

“Kelima hal ini adalah tugas yang harus dimiliki seorang pemimpin,” ujarnya.

Adapun yang diperlukan menjadi pemimpin dalam Islam yaitu mempunyai pengetahuan agama yang cukup, karena menjalankan syariat harus berpegang dengan dalil, dan kemampuan managerial (baik pengelolaan diri pribadi maupun umat).

“Menjadi seorang imaam dalam khilafah tidak ada batas waktu, kecuali dua hal, mati dan keluar dari Islam,” tambahnya. (L/R10/RI-1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)