Imaamul Muslimin Serukan Boikot Produk Zionis Israel

Cileungsi, Kabupaten Bogor, MINA – Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Yakhsyallah Mansur menyerukan kepada ummat Islam untuk memboikot produk-produk Zionis Israel menyusul rencana aneksasi terhadap wilayah Palestina di Tepi Barat.

Sejak 2017 zionis Yahudi dan Amerika Serikat secara intensif dan masif menggelar propaganda “Deal of The Century”  termasuk rencana aneksasi secara paksa dan ilegal di wilayah Tepi Barat secara sah milik bangsa Palestina.

“Aneksasi akan menimbulkan kesengsaraan bagi bangsa Palestina dan mengancam perdamaian dunia. Zionis Yahudi akan semakin menindas rakyat Palestina dan menghancurkan situs suci umat lslam seluruh dunia seperti masjid-masjid bersejarah, makam para Nabi dan para sahabat Rasulullah dan masjid Al-Aqsa,” kata Imaam Yakhsyallah dalam seruannya yang dibacakan di Masjid At-Taqwa, Ponpes Al-Fatah, Jumat (3/7).

“Maka, kita harus berbuat semampu kita untuk menghentikan rencana tersebut. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah memboikot produk-produk Zionis Israel dan pendukungnya,” tegasnya.

Seruan boikot juga disampaikan oleh Duta Besar Palestina untuk lndonesia, HE. DR. Zuhair Al Shun, pada konferensi pers tentang Penolakan terhadap Rencana Zionis Yahudi untuk Menganeksasi Tepi Barat yang digelar oleh Al Aqsa Working Group (AWG) di Jakarta 25 Juni 2020.

Berkenaan dengan hal ini mengajak umat Islam untuk ikut melaksanakan gerakan boikot terhadap produk-produk zionis Yahudi dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

Pertama, Gerakan boikot ini harus didukung dengan data dan informasi yang akurat maka dengan berpegang kepada prinsip tabayyun agar semua ikhwan aktif mencari informasi yang valid terkait produk-produk Zionis Yahudi dan pendukung Zionis Yahudi agar terhindar dari kesalahan, sebagai alternatif referensi terlampir disampaikan daftar produk-produk untuk diboikot.

Kedua, Yang termasuk dalam gerakan boikot ini adalah tidak melakukan hal-hal yang terkait dengan membeli, mengonsumsi dan menyiarkan keberadaan atau penggunaan produkproduk tersebut melalui iklan (secara langsung atau tidak langsung) di media massa dan media sosial.

Ketiga, Gerakan boikot ini memerlukan komunikasi yang efektif dan persuasif serta dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Dimulai dengan keluarga sendiri dan terus meluas kepada orang-orang disekitar kita.

Keempat, Gerakan boikot ini dilaksanakan sampai zionis Yahudi betul-betul membatalkan rencana aneksasi Tepi Barat dan akan dievaluasi secara berkala setiap 3 (tiga) bulan.

“Semoga Allah menolong dan menguatkan kita semua dengan rahmat dan ridha-Nya. sebagai amal shaleh yang diganjar pahala, ampunan, kebaikan dan rezekiyang berlipat ganda,” ujarnya. (L/R4/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)