IMAAMUL MUSLIMIN: TIDAK ADA ISTILAH PENSIUN DALAM BEKERJA

Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur. Photo By : Hadis/MINA
Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur. Photo By : Hadis/MINA
Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur. (Foto: Hadis/MINA)

Bogor, 15 Syawal 1436/31 Juli 2015 (MINA) – Islam adalah agama yang sangat menekankan bekerja keras atau amal shaleh dengan sungguh-sungguh.

“Islam sangat mementingkan pekerjaan dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Tidak ada istilah pensiun apalagi menganggur,” kata Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur pada khuthbah Jum’at di Masjid At-Taqwa, Komplek Pondok Pesantren Al-Fatah dan Shuffah Hizbullah Cileungsi, Bogor, Jumat (31/7).

Yang ada, lanjut Imaam, adalah setelah kita menyelesaikan suatu pekerjaan maka kita diperintah mengerjakan pekerjaan lainnya dengan sungguh-sungguh, bekerja lebih keras.

“Maka apabila engkau telah menyelesaikan satu pekerjaan, kerjakanlah lebih sungguh-sungguh pekerjaan yang lain. Dan hanyalah kepada Allah engkau berharap,” kata Imaam mengutip Firman Alllah Al-Quran Surat Al-Insirah ayat 7-8.

Imaam Yakhsyallah mengatakan, shahabat Umar bin Khatthab Radhiallahu ‘Anhu sangat membenci orang yang menganggur, tidak bekerja baik untuk urusan duniawinya maupun untuk akhiratnya.

“Dan pekerjaan yang kita lakukan itu harus lebih baik. Dari tahun ke tahun pekerjaan kita hendaknya terus meningkat. Itulah kandungan dari bulan Syawal yang artinya meningkat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, peningkatan yang dimaksudkan antara lain adalah peningkatan iman, ibadah dan akhlak.

Dalam peningkatan iman yakni puasa pekerjaan yang sangat rahasia dan hanya Allah yang mengetahuinya hendaknya dapat mendorong seseorang melakukan sesuatu bukan karena manusia, tetapi semata-mata karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Oleh karena itu marilah kita tingkatkan keikhlasan kita dengan bekerja bukan karena atasan kita, bukan karena teman-teman kita, bukan bekerja karena malu dengan bawahan kita, tapi bekerjalah karena Allah Subhanahu wa Ta’ala semata,” kata Imaam Yakhsyallah.

Dalam peningkatan ibadah, lanjut Imaam, selama bulan Ramadhan umat Islam dididik oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan bermacam-macam ibadah di antaranya shalat Tarawih, membaca Al-Qur’an, I’tikaf, shadaqoah dan sebagainya.

“Ibadah-ibadah tersebut hendaknya kita pertahankan untuk mengisi aktivitas keseharian kita pasca Ramadhan. Kita kerjakan shalat tahajud di setiap malam, membaca Al-Qur’an dan tingkatkan shodaqoh sebagai wujud ukhuwah, kepedulian kita kepada sesamanya,” tegas Imaamul Muslimin.

Sedangkan peningkatan akhlak menurut Imaam setelah selama sebulan penuh melaksanakan puasa Ramadhan umat Islam seharusnya meningkat akhlaknya. “Seharusnya akhlak kita meningkat setelah Ramadhan. Masuk kerja tepat waktu, dan pulangnya juga sesuai waktu yang telah ditetapkan,” kata Imaamul Muslimin mengakhiri khutbahnya. (L/Mjd/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

=====
Ingin mendapatkan update berita pilihan dan info khusus terkait dengan Palestina dan Dunia Islam setiap hari dari Minanews.net. Yuks bergabung di Grup Telegram "Official Broadcast MINA", caranya klik link https://t.me/kbminaofficial, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Comments: 0