Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur Tetapkan 1 Dzulhijjah 1441 Rabu

Cileungsi, Kabupaten Bogor, MINA – Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur menetapkan Rabu (22/7) sebagai tanggal 1 Dzulhijjah 1441.

Penetapan berdasarkan tidak terlihatnya awal bulan Dzulhijjah pada rukyatul hilal Senin sore (29 Dzulqa’dah) di seluruh wilayah Indonesia dan negeri-negeri Muslim, sehingga bulan Dzulqa’dah digenapkan 30 hari.

“Penetapan dibuat dengan bertawakkal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata, serta sebagai wujud tanggung jawab kepada Allah atas urusan kaum Muslimin dalam melaksanakan ibadah yang terkait dengan bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah,” bunyi pernyataan Imaam Yakhsyallah.

Selanjutnya, Imaam Yakhsyallah menghimbau, sebagimana sunnah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa salam agar perayaan Idul Adha lebih meriah dari pada Idul Fitri.

“Idul Adha haruslah lebih meriah dari pada Idul Fitri karena memang berdasarkan sunnah Nabi Muhammad, hari itu lebih diutamakan untuk merayakannya.

Dengan penetapan awal Dzulhijjah ini, maka Hari Raya Idul Adha akan jatuh pada Jumat, 10 Dzulhijjah bertepatan dengan 31 Juli.

Sehari sebelumnya, umat Islam di luar jamaah haji, disunahkan melaksanakan puasa Arafah, 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan Kamis (30/7).

Mahkamah Agung Arab Saudi juga telah mengumumkan, Wukuf di Arafah 9 Dzulhijjah akan jatuh pada Kamis (30/7) dan Idul Adha Jumat (31/7). (L/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)