Imaamul Muslimin Yakhsyallah: Rekonsiliasi Palestina Langkah Penting Bebaskan Al-Aqsha

Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Yakhsyallah Mansur. (Foto: Nurhadis/MINA)

Bogor, MINA – Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Yakhsyallah Mansur mendukung dan menyambut baik rekonsiliasi Palestina yang tengah ditempuh Hamas dan Fatah.

Dia menilai, rekonsiliasi Palestina ini membuktikan seluruh Rakyat Palestina menyambut baik dan menyadari bahwa hanya dengan bersatu maka mereka akan dapat mengatasi semua permasalahan yang dihadapinya.

Dia juga menilai ini merupakan langkah penting menuju pembebasan Masjid Al-Aqsha di Kota Al-Quds, yang masih dijajah Otoritas Pendudukan Israel sejak 1967 lalu.

“Masalah Palestina tidak sekedar bagaimana memerdekakan negeri Palestina, lebih utama lagi adalah membebaskan Masjid Al-Aqsha,” tegas Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur kepada Mi’raj News Agency (MINA) di kantornya, Bogor, Rabu (4/10).

Untuk itu, dia mengharapkan seluruh umat Islam agar mendukung dan menjaga rekonsiliasi Palestina ini.

“Jika masih ada hal yang belum sempurna (dalam pelaksanaan rekonsiliasi), semoga dapat segera disempurnakan. Masing-masing pihak (pelaksana rekonsilaisi) hendaknya dapat menahan diri,” ujarnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fatah se-Indonesia ini juga menyatakan bahwa pihak-pihak yang tidak menyukai rekonsiliasi Palestina adalah musuh-musuh Islam dan Palestina.

“Hati-hati pihak-pihak tertentu yang akan merusak rekonsiliasi (Palestina) ini,” katanya.

Perpecahan terjadi selama satu dekade terakhir antara Gaza dan Tepi Barat yang diduduki sejak Hamas menguasai daerah kantung pantai, menyusul perselisihan internal yang dipicu oleh kemenangan Hamas dalam pemilihan tahun 2006.

Meski beberapa putaran perundingan persatuan, kesepakatan tentang pemerintah persatuan untuk mengakhiri perpecahan antara Gaza dan Tepi Barat belum diimplementasikan sebelumnya.

Hamas-Fatah baru-baru ini telah menyepakati sejumlah syarat untuk diadakannya pembicaraan damai, yang merupakan awal dari pembicaraan mengenai pemerintah persatuan, dan juga pemilu selanjutnya di Palestina. (L/R01/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)