Imam Masjid Istiqlal: Keutamaan Ramadan Sebagai Pelebur Dosa

Imam besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin (foto: Pribadi)

Jakarta, MINA – Imam besar Masjid Istiqlal Jakarta KH Nasaruddin mengatakan bahwa salah satu keutamaan bulan Ramadan adalah sebagai pelebur dosa-dosa.

“Puasa atau asyiam berarti al-imsak, artinya menjinakkan, membatasi, membuat jarak, inilah yang membuat umat terdahulu ingin sekali menjadi umat Nabi Muhammad SAW,” kata Nasaruddin dalam khutbah Shalat Terawih di channel Youtub Masjid Istiqlal, Senin (11/3).

Di juga mengatakan, dalam Al-Quran dan hadits puasa berarti menahan diri tidak makan, tidak minum, tidak berhubungan suami istri.

“Inilah yang disebut puasa, puasanya orang awam. Sekadar menahan diri tidak makan dan minum, tidak melakukan hubungan suami istri, ini sering diajarkan pendidikan formal kita,” ujarnya.

Baca Juga:  Seminar Ekosistem Islam Holistik Hadirkan Grand Seikh Al-Azhar

Ia menuturkan, ada puasa yang disebut puasa thariqah. Puasa ini berarti menahan seluruh anggota badan secara lahir maupun batin.

“Ini adalah puasa yang dilakukan orang yang sedang berjalan, melakukan perjalanan spiritual untuk menghampiri, untuk menyatu dengan Tuhan,” katanya.

Puasa ini bukan cuma membatasi diri tidak makan, minum, dan berhubungan suami istri. Namun pertama dia membatasi mulutnya berbicara, semakin banyak kita bicara, semakin mengikis pahala.

Masjid Istiqlal, Masjid terbesar di Asia Tenggara terletak di Kawasan Sawah Besar Jakarta Pusat ini juga menggelar ibadah tarawih, buka bersama, jika pada 10 hari terakhir masjid Istiqlal akan menyediakan sahur dan buka bersama bagi warga. kini akan ada 4.000 boks takjil yang disediakan pihak pengelola. (R/R4/P2)

Baca Juga:  39.000 Siswa di Gaza Tak Bisa Ikut Ujian Akhir Sekolah

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: kurnia

Editor: Widi Kusnadi