Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indahnya Beramal Dengan Keikhlasan

Hamidah Juariyah - Ahad, 29 November 2020 - 09:14 WIB

Ahad, 29 November 2020 - 09:14 WIB

20 Views ㅤ

Oleh: Hamidah Juariah, Mahasiswa STAI Al Fatah Bogor. Reporter MINA

 

Ikhlas artinya bersih dari sesuatu yang tidak baik. Ketika kita melakukan suatu amalan, maka lakukanlah dengan ikhlas, agar amalannya menjadi berkah dan berpahala.

Memang nyatanya ikhlas merupakan perkara yang mudah sekali saat diucapkan, tapi sulit ketika dilakukan.

Baca Juga: Defisit Amal: Sebab dan Solusi Menurut Islam

Apalagi, memaafkan kesalahan orang lain yang telah menyakiti kita, dengan ikhlas, rasanya sulit sekali. Nafsu berkeinginan untuk membalas dendam.

Padahal sebetulnya membalas dendam itu merupakan salah satu sifat syaitan. Maka, hanya dengan ikhlas memaafkan, hati kita tidak akan larut dalam rasa benci dan dendam.

Justru sebenarnya, ketika kita mencoba untuk ikhlas pada saat yang menyakitkan, disaat berada dalam keadaan yang sulit. Di balik itu semua, kita akan mendapatkan keajaiban dari Allah yang tak terduga.

Rasa sedih kita akan digantikan dengan kebahagian, karena Allah tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya terus merasakan kesedihan selagi kita hamba-Nya selalu melibatkan Allah di setiap urusan.

Baca Juga: Pelajaran dari Surah Al-Ahqaf dan Relevansinya untuk Generasi Saat Ini

Demikian pula, nikmatnya bershadaqah dengan rasa ikhlas. Harta kita tidak akan menjadi kurang. Malah Allah akan menambahkan rezeki-Nya bagi kita.

Jadi, tidak akan ada amalan yang sia-sia jika dilakukan dengan ikhlas. Janganlah sekali-sekali kita berharap ingin mendapat pujian, penghargaan juga pengakuan dari orang lain. Karena hal itu hanya akan membuat kita berujung kekecewaan.

Sebab, amalan yang dilakukan jika tidak diiringi dengan ikhlas, maka amalan tesebut tidak akan diterima di sisi Allah. Dan amalan itu hanya akan sia-sia belaka. Bahkan yang ada hanya akan memberatkan timbangan amalan keburukan kita di akhirat.

Juga dapat menjerumuskan kita ke dalam kobaran api neraka. Na’udzubillahi min dzalik.

Baca Juga: Adab dan Akhlak yang Mulai Hilang dari Generasi Muda

Amalan ikhlas ini yang akan ditakuti oleh syaitan, seperti firman Allah :

{قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لأزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأرْضِ وَلأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (39) إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (40)

Artinya: Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlish di antara mereka”. (QS Al Hijr : 39-40)

Kata “Mukhlis” berarti orang yang ikhlas. Jadi dari ayat Al Quran tersebut bahwa orang yang berhati ikhlas, syaitan tidak akan mampu menggodanya. Sehingga dengan ikhlas, kita senantiasa berada di jalan yang benar.

Baca Juga: 7 Jalan Menggapai Derajat Taqwa Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits

Dengan ikhlas, hati juga akan terasa lapang. Membiasakan diri kita dengan rasa ikhlas,  akan menjadikan kita pribadi yang kuat dan teguh dalam menghadapi segala perkara kehidupan.

Marilah kita terus menebar kebaikan dengan keikhlasan, dengan mewaspadai sifat ingin dipuji (riya), yang memang Allah sangat membenci sifat itu. (A/hju/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Taat kepada Allah dan Rasul: Ujian Kepatuhan Sejati

Rekomendasi untuk Anda

MINA Preneur
Tausiyah
Khutbah Jumat
Kolom
Tausiyah