INDEF: ZAKAT SOLUSI ATASI KEMISKINAN

enny antaraJakarta, 5 Dzulhijjah 1436/19 September 2015 (MINA) – Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian INDEF (Institute National Development and Financial), Enny Sri Hartati mengatakan zakat bisa digunakan untuk pemberdayaan dalam mengatasi angka kemiskinan Masyarakat yang ekonomi lemah.

“Kalau kita konsisten dengan ajaran agama Islam, bahwa saling menolong adalah kewajiban kita,” ujar Enny saat ditemui wartawan Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di kantor INDEF Jl. Batu Merah No 45 PejatenTimur Jakarta Selatan, Jumat (18/9).

Enny melanjutkan,”kegiatan yang di prakarsai seperti rumah zakat, dompet dhuafa yang menampung zakat fitrah dari umat Islam, ini bisa dipergunakan untuk membantu orang lemah, tapi sifatnya harus produktif,” tambahnya.

Seperti sektor peternakan, usaha kecil, bantuan permodalan, sehingga mereka bisa produktif, tetapi ini harus kedua belah pihak, antara pemerintah dan masyarakat, harus saling tolong menolong, tetapi yang kita lihat pemerintah tidak memberikan ruang dan industri tumbuh, tentu sulit, ujar Enny.

Enny menyebutkan, solusi kemiskinan yang paling urgen adalah lapangan kerja.

“Ini kaitannya dengan investasi, ketika tidak ada investasi pasti ya tidak ada penciptaan lapangan kerja yang signifikan, terutama yang menghasilkan sektor industri pengolahan dan pertanian,” kata Enny.

Lanjut Enny,”Sektor pertanian dibiarkan terpuruk, yang terjadi justru mengeluarkan jumlah orang yang bekerja di sektor pertanian, bukannya bertani bertambah?, makanya orang banyak memilih menjadi TKW, TKI, lari ke kota, urbanisasi disektor informal, ini yang justru menjadikan penyebab orang miskin kota,” ungkap Enny.

Manurutunya, yang penting adalah pemerintah bisa menjamin usaha yang sehat, terus juga ada kepastian usaha, ada kapastian dan konsistensi kebijakan. Karena sekarang yang terjadi di industri begitu ganti kepemimpinan, ganti aturan, ganti kebijakan, tentu ini yang menimbulkan resiko yang tinggi buat investor untuk modal uangnya.

Di samping itu investasi, bagaimana orang mau investasi ketika tidak tersedia listrik, tidak ada jalan yang menuju area pabrik yang akan didirikan, tidak ada transportasi, tentu itu yang harus didukung infrastruktur, itu yang harus tersedia, papar Enny. (L/P007/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0