Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks Pencemaran Udara Jambi Sangat Buruk

Rendi Setiawan - Selasa, 24 September 2019 - 16:07 WIB

Selasa, 24 September 2019 - 16:07 WIB

0 Views ㅤ

Jambi, MINA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukkan kualitas udara di Provinsi Jambi sangat buruk akibat terpapar asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPUKarhutla di Provinsi Jambi sangat buruk. Hal ini berdampak kepada kesehatan. Catatan ISPU tahun 2019 lebih jelek dibandingkan tahun 2015,” kata Doni saat meninjau kabar terkini karhutla di Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi, Selasa (24/9).

Doni mengungkapkan, data BMKG menunjukkan pada 2015 lalu ISPU (Partikulat PM10) terburuk Jambi adalah 173 (Tidak Sehat). Sedangkan pada 2019 ISPU (Partikulat PM10) terburuk Jambi mencapai 411 (Berbahaya). Data tersebut sampai dengan Senin, 23 September 2019.

Ia menyebutkan, udara di Provinsi Jambi penuh dengan asap. Hal ini dikarenakan lebih dari lima ribu hektar adalah lahan gambut yang kedalamannya cukup dalam mengalami kebakaran. Di beberapa tempat, apinya ada yang berada di dalam tanah, dengan kedalaman lima meter.

Baca Juga: Hari Anak Nasional 2024, SAI Jadi Fokus Utama

“Alhamdulilah pagi ini diawali hujan, dari hasil usaha kita bersama. Doa dan usaha manusia memadamkan karhutla. Saya mendapat laporan sudah delapan kabupaten yang mengalami hujan,” katanya.

Menurut Doni, pencegahan karhutla lebih baik ketimbang penanggulangan, sehingga memerlukan kolaborasi yang solid antara masyarakat dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Ke depannya, pencegahan akan jauh lebih baik dari penanggulangan. TMC dan water bombing tidak serta merta dapat mengatasi karhutla. Hanya alam yang dapat mengatasinya, yakni hujan,” ujarnya lagi.

Ia menambahkan, strategi selanjutnya adalah menggalakkan sosialisai kepada masyarakat secara langsung. Libatkan pemuka agama dan sebagainya untuk sosialisasi. Tidak ada lagi membuka lahan dengan cara membakar.

Baca Juga: Pemerintah Aceh Luncurkan Program Gerakan Tuntas Baca Al-Qur’an

Karhutla memiliki dampak buruk, termasuk bagi kesehatan manusia. Jangan sampai ada lagi titik api baru. Mari kita bersinergi dan berkolaborasi dengan semua komponen. Tidak lupa media juga harus mengawal, dan mengingatkan masyarakat,” katanya. (T/R06/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Dubes Yassir Berharap Kerja Sama Sudan dengan Indonesia Semakin Erat 

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Indonesia
MINA Millenia
Feature