Indonesia-Amerika Serikat Perkuat Kerja Sama Riset dan Inovasi

Foto: Ageng Prasetyo Kemenristek/BRIN

Jakarta, MINA – Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. melakukan pertemuan dengan Menristek/Kepala BRIN Bambang P.S. Brodjonegoro untuk memperkuat kerja sama riset dan inovasi.

“Beberapa isu utama yang dibicarakan terkait Undang Undang (UU) Sistem Nasional Iptek Nomor 11 tahun 2019, khususnya yang mengatur tentang perizinan peneliti asing,” kata Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima MINA, Sabtu (14/12).

“Dengan UU tersebut tidak akan ada lagi peneliti asing yang langsung dipidanakan. Sanksi yang diberikan akan diberikan bertahap mulai dari sanksi administratif berupa peringatan tertulis hingga pencabutan izin penelitian asing di Indonesia,” ujar Bambang.

Ia menyatakan ketertarikannya untuk memperbanyak program riset bersama dan pengembangan kapasitas seperti MIT-Indonesia Research Alliance yang dimotori oleh ITB sebagai wakil dari Perguruan Tinggi di Indonesia serta kerja sama dengan University of Chicago.

“Supaya keterwakilan universitas di Amerika Serikat yang menjadi mitra perguruan tinggi di Indonesia merata, kita juga perlu lakukan kerja sama dengan universitas yang ada di pantai barat Amerika, seperti California Institute of Technology (Caltech) atau Stanford University,” katanya.

Pada pertemuan itu Joshua Lustig juga menyampaikan beberapa kerja sama yang telah berjalan baik dengan LPNK, seperti kerja sama dengan LAPAN, BPPT dan LIPI.

Ia mengatakan, akan adanya pertemuan bilateral rutin dalam bentuk Joint Committee Meeting, di mana pertemuan berikutnya akan dilaksanakan pada 2020 di Indonesia.

Bambang menyambut baik semua kerja sama tersebut dan menaruh perhatian yang khusus tentang kerja sama di bidang kedirgantaraan, seperti mikro satelit, roket serta space station.

“Ini salah satu keinginan saya yaitu mempunyai cape canaveral di Indonesia,” pungkasnya. (R/hju/Ais/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)