LSM INDONESIA BANTU SATU JUTA DOLAR UNTUK GAZA

Seminar International Public Foundation to Aid Gaza ini berlangsung selama dua hari, 30-31 Agustus 2014. Bertempat di Ballroom, Gorrion Hotel Istanbul, dengan sponsor utama Qatar Charity, Ahad (31/8) (foto: Facebook Sylviani Abdul Hamid)
Seminar International Public Foundation to Aid Gaza ini berlangsung selama dua hari, 30-31 Agustus 2014. Bertempat di Ballroom, Gorrion Hotel Istanbul, dengan sponsor utama Qatar Charity, Ahad (31/8) (foto: Facebook Sylviani Abdul Hamid)

Istanbul, 5 Dzulqa’dah 1435/31 Agustus 2014 (MINA)- Delegasi Indonesia dalam Public Foundation to Aid Gaza (30-31 Agustus 2014), Dr. Saiful Bahri, M.A  menyepakati membantu satu juta USD untuk bantuan program kesehatan dan pendidikan anak-anak Gaza.

“InsyaAllah kami berkomitmen membantu satu juta US dollar”  kata Saiful Bahri, menurut laporan press release diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Ahad.

Dr. Isham Yusuf selaku ketua mengatakan, satu persatu perwakilan delegasi dan NGO menyampaikan komitmen membantu minimal satu juta USD yaitu; Qatar, Aljazair, Saudi, Bahrain, Rusia, Afrika Selatan, Perancis, Jordania dan Malaysia.

Selanjutnya, Syeikh Musthafa Abu Khalil, wakil ketua acara tersebut mengatakan, perkiraan sementara, satu keluarga di Gaza rata-rata memerlukan bantuan minimal  3000 USD untuk bertahan selama empat bulan ke depan.

“Bersamaan dengan program bantuan kemanusiaan ini, maka pembangunan kembali Gaza menjadi tanggung jawab bersama. Pembangunan di berbagai sektor; kesehatan, pendidikan, sarana umum, ekonomi dan sosial” tambahnya.

Delegasi Aljazair, Dr. Muhammad ad-Duwaiby dan Juru Bicara Presiden Tunisia, Dr. Adnan Manshar menyampaikan dukungan penuh, baik rakyat maupun pemerintah terhadap perjuangan bangsa Palestina, terutama rakyat Gaza yang sudah bertahun-tahun hidup dalam blokade berkepanjangan.

Yasyar Shad Oglu dari Turki mewakili IHH (İnsan Hak ve Hürriyetleri) mengatakan: “Kerjasama yang perlu segera direalisasikan saat ini adalah dibidang kemanusiaan dan bantuan sosial terhadap Gaza yang dikenal sebagai simbol kegigihan terhadap berbagai penderitaan, penjajahan, blokade yang mereka alami”.

Ir. Wael Saqqa, Direktur arab Public Foundation to Aid Gaza menekankan pentingnya networking berbagai pihak terkait yang memiliki komitmen dalam membangun kembali Gaza pasca serangan brutal zionis Israel.

Melalui forum seperti ini, diharapkan lebih efektif dalam tukar menukar pengalaman dan mendengarkan langsung berita terkini dari sumbernya untuk kemudian ditindaklanjuti dengan bantuan riil terhadap bangsa Palestina, khususnya di Gaza. Karena berbagai kondisi kemanusiaan maka bantuan kemanusiaan tersebut diharapkan bisa segera disalurkan.

Selanjutnya, Dr. Isham Yusuf selaku ketua International Public Foundation to Aid Gaza menyampaikan akan berkomitmen membantu Gaza untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, bantuan keluarga syuhada, obat-obatan, alat kesehatan, pembangunan ekonomi, dan masjid.

“Meskipun upaya perdamaian telah dilakukan beberapa pihak, namun, tak bisa mengakhiri blokade dan menghentikan penjajahan,”tambahnya.

“Hari ini, amanah bersama kita adalah membangun kembali Gaza Baru” kata Dr. Isham Yusuf (T/P005/R03)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)