INDONESIA BERPELUANG BESAR BISNIS EKONOMI SYARIAH

Ulyn-Nikmah
Ulyn-Nikmah
Desainer pakaian muslimah Indonesia, Ulyn Nikmah (Foto: Chamid/MINA)

Jakarta, 4 Dzulhijjah 1435 H/28 September 2014 M (MINA) – Desainer pakaian muslimah Indonesia Ulyn Nikmah mengatakan, Indonesia memiliki penduduk mayoritas muslim dan merupakan pasar potensial bagi perkembangan ekonomi syariah.

“Banyak sektor yang perlu dikembangkan dengan ekonomi syariah, ada makanan halal, industri keuangan, pariwisata, busana muslim, pendidikan, farmasi dan kosmetik serta media dan industri kreatif, kata Ulyn, di Hotel Sofyan, Sabtu (27/9).

Ulyn mengatakan, minimnya kemampuan dan pengetahuan Sumber Daya Manusia (SDM), kurangnya edukasi dan sosialisasi masyarakat serta pemasaran yang kurang tepat, menyebabkan kurang maksimalnya bisnis ekonomi syariah.

Ia menyarankan strategi yang harus dilakukan, pertama, kerjasama pelaku industri, desainer dan pekerja kreatif akan menghasilkan karya dan inovasi mengikuti selera pasar. kedua, menciptakan suatu trend dan identitas fashion muslim Indonesia.

Ketiga, pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan SDM dan pelaku bisnis, agar kualitas produk fashion kita mampu memenuhi standar pasar internasional. Keempat, bekerjasama dengan pelaku industri wisata untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk fashion muslim.

“Dengan berkembangnya ekonomi syariah diharapkan bisa semakin berkembang juga industri fashion muslim, dan Indonesia menjadi kiblat fashion muslim dunia pada 2020, serta menjadi salah satu tujuan utama wisata belanja fashion muslim global,” katanya.

Menurut Dirjen. pemasaran Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Esthy Reko Astuty mengatakan, ekonomi Syariah terdiri dari sektor inti dan ekosistemnya, yang secara struktur dipengaruhi oleh gaya hidup konsumen dan praktek bisinis dalam ranah Islami

Ia juga menambahkan, sektor ekonomi syariah merupakan segmen ekonomi dunia yang utama dan berkembang pesat dengan konektivitas yang unik ke trend global.

“Secara global, ekonomi Islam mewakili lebih dari $8 trilyun dalam GDP dan populasinya mencapai lebih dari 1,6 milyar orang,” kata Astuty.

Seminar nasional dengan tema “Pariwisata Syariah, Bangkitnya Sektor Riil Ekonomi Islam” ini diselenggarakan oleh Jurnalis Ekonomi Syari’ah (JES) bekerjasama dengan Hotel Sofyan, di Jakarta, Sabtu (27/9). (L/P010/R01)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0