Indonesia-India Bahas Kerjasama Aceh dengan Andaman-Nicobar

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menerima kunjungan Menteri Negara Urusan Eksternal India Subrahmanyam Jaishankar di Jakarta, Kamis (5/8) (foto:Sajadi/MINA)

Jakarta, MINA – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menerima kunjungan Menteri Negara Urusan Eksternal India Subrahmanyam Jaishankar di Jakarta, Kamis (5/8). Hubungan Aceh dengan Andaman-Nicobar menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Sebelumnya, Indonesia menjadi tuan rumah dari pertemuan Joint Task Force Aceh dan Andaman-Nicobar pada Selasa (3/9) lalu.

“Baru saja Indonesia pada 3 September menjadi tuan rumah pertemuan Joint Task Force Aceh dan Andaman-Nicobar dan kami kembali sepakat bahwa kerja sama maritim Indonesia-India harus diperkuat,” ujar Menlu saat konferensi pers bersama.

Dalam agenda tersebut kedua negara juga sepakat menguatkan perdagangan dan investasi, pengembangan transportasi, pengembangan hasil laut yang berkelanjutan, pariwisata, pertukaran budaya, pendidikan, dan pengembangan pelabuhan.

Kedua Menteri sepakat untuk menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan tim gabungan kedua negara tersebut akan bertemu 12 November mendatang di Aceh.

Indonesia juga siap mengambil bagian dalam pembangunan infrastruktur and konektivitas di Andaman-Nicobar.

Menanggapi hal tersebut, Jaishankar menyebut, Andaman adalah prioritas strategis India.

“Kami ada satgas gabungan untuk Andaman Aceh yang diprakarsai kedua negara dan juga disebutkan oleh Retno bahwa satgas akan bertemu November nanti atau bisa lebih awal,” ujarnya.

Penduduk Kepulauan Andaman-Nicobar sangat membutuhkan pasokan barang dari Sumatera, terutama Aceh. Selama ini, kebutuhan penduduk sebagian besar didatangkan dari Chennai dan Kalkuta. (L/Sj/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)