Indonesia Izinkan Pesawat 11 Negara Bantu Korban Gempa Palu-Donggala

Jakarta, MINA – Pemerintah Indonesia telah memberikan izin masuk (flight clearance) untuk 20 pesawat dari 11 negara guna membantu penanggulangan gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. 

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (4/10).

“Adapun 11negara itu terdiri atas Amerika Serikat, Korea Selatan, Australia, Swiss, Singapura, India, Vietnam, Malaysia, Selandia Baru, Inggris, dan Qatar,” jelasnya. 

Ia menjelaskan, belasan peswat itu tidak masuk secara bersamaan. Akan tetapi menyesuaikan dengan kondisi bandara dan landasan di lapangan. “Pada Kamis siang, pesawat Singapura, India dan Malaysia telah mendarat di Balikpapan, yang mana merupakan gerbang masuknya bantuan imternasional.” 

Hingga berita ini diturunkan, Arrmanatha mengatakan, sedikitnya 19 negara dan 2 organisasi internasional sudah secara spesifik menyampaikan daftar bantuannya. ”Sembilan belas negara tersebut terdiri dari atas Amerika Serikat, Perancis, Ceko, Swiss, Norwegia, Hungaria, Turki, Jerman, Spanyol, Inggris, Australia, Vietnam, Thailand, Singapura dan Malaysia.”

“Sementara dua organisasi internasional itu meliputi Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) dan Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan (AHA Centre). Dari 19 negara dan 2 organisasi internasional ini tidak termasuk negara-negara yang mengungkapkan niat membantu secara finansial,” jelasnya. 

Ia mengatakan, belasan negara tersebut memberikan bantuan barang-barang yang menjadi prioritas kebutuhan di lapangan, seperti transportasi pesawat, tenda, pemurni air, peralatan medis termasuk rumah sakit di lapangan, dan fogging neutraliser.

“Adapun mekanisme untuk bantuan finansial dari pemerintah asing langsung diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). Sementara itu, seluruh bantuan finansial dari organisasi internasional dipusatkan di Palang Merah Indonesia.”(L/R04/RS3) 

Mi’raj News Agency (MINA)