Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Forum Ekonomi Syariah Dunia

Jakarta, 9 Syawwal 1437/14 Juli 2016 (MINA) – Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah Forum Ekonomi Syariah Dunia dalam World Islamic Economic Forum (WIEF) Ke-12 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) 2-4 Agustus 2016 mendatang.

Indonesia menjadi rumah forum bisnis ini untuk kedua kalinya, menyusul keberhasilan pertemuan WIEF pada 2009 di Jakarta.

Menteri Keuangan RI Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa Indonesia sebagai tuan rumah memiliki kepentingan besar pada perdagangan global dan memiliki ambisi terciptanya kolaborasi usaha antar sesama komunitas bisnis Muslim global untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya.

“Forum bisnis seperti WIEF Ke-12 menyediakan wadah yang ideal untuk pelaku pengambil keputusan dari sektor swasta maupun publik dan juga bagi kalangan usaha untuk membangun jaringan usaha mereka dan mengambil peluang bisnis,” kata Bambang dalam Peluncuran WIEF Ke-12 pada Silaturahim Idul Fitri Asosiasi Ahli Ekonomi Islam (IAEI) di Jakarta, Kamis (14/7).

Ketua Umum IAEI itu mengatakan melalui program-program khusus WIEF Ke-12, menaruh perhatian besar dalam menciptakan jembatan kerjasama bagi para pengusaha.

“Forum bisnis ini akan memberikan manfaat besar bagi akademisi, tenaga ahli, pelaku usaha profesional, dan manager korporasi di mana mereka nantinya akan berbagi ilmu serta praktik terbaiknya guna memformulasikan dan membentuk strategi juga arah kebijakan yang sesuai dan tepat untuk memperkuat keuangan dan ekonomi syariah Indonesia,” ujarnya.

Forum ini akan menghadirkan 2.500 delegasi dan 60 tokoh penting lebih dari 100 negara di seluruh dunia.

Bambang mengatakan bahwa enam kepala negara sudah mengkonfirmasi akan hadir pada WIEF Ke-12 dengan tema ‘Desentralisasi Pertumbuhan Memberdayakan Bisnis Masa Depan‘ ini, di antaranya Perdana Menteri Malaysia, Presiden Guinea, Perdana Menteri Srilanka, Presiden Tajikistan.

Program WIEF Ke-12 tentang keuangan syariah nantinya akan terdiri dari dua sesi di mana para pemimpin usaha, akademisi, dan tenaga ahli dalam industri akan berkumpul untuk membahas isu-isu dan tantangan terkini.

Sesi pertama berupa “Industri Hardtalk” di mana para panelis akan membahas bagaimana cara menambal gap pembiayaan pembangunan infrastruktur dan telah lebih dalam mengenai potensi sukuk untuk mendukung pembangunan infrastruktur.

Sesi kedua adalah diskusi panel tentang bagaimana menghubungkan keuangan syariah dengan sektor usaha halal. Para panelis akan membahas lebih jauh tentang bagaimana dukungan keuangan syariah dalam pengembangan usaha di berbagai sektor usaha halal.

Sebelumnya Indonesia menjadi tuan rumah Sidang Tahunan (ST) Islamic Development Bank (IDB) ke-41, yang merupakan rapat tahunan Dewan Gubernur IDB di Jakarta Convention Center (JCC) pada 15-19 Mei 2016 lalu. (L/M09/R05)

Mi’raj Islmaic News Agency (MINA)