Indonesia Kutuk Serangan Suriah

Foto: Kemlu
Foto: Kemlu

Jakarta, 23 Rabi’ul Akhir 1436/2 Februari 2016 (MINA) – Indonesia mengutuk serangan bom yang terjadi di distrik Sayyidah Zaenab, Provinsi Damascus Countryside, Ahad (31/1), demikian pernyataan Kemeenterian Luar Negeri RI, Selasa.

Serangan tersebut diawali dengan meledaknya bom mobil dan diikuti dua bom bunuh diri yang telah menewaskan 50 orang serta menyebabkan lebih dari 105 orang lainnya terluka, demikian pernyataan Kementrian Luar Negeri RI, yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan mengharapkan kesembuhan bagi para korban luka.

Hingga siaran press ini dikeluarkan, KBRI Damaskus belum mendapat informasi adanya korban WNI, namun KBRI Damaskus terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan informasi lebih jauh.
Berdasarkan catatan resmi KBRI Damaskus, terdapat 80 orang WNI di Damaskus yang terdiri dari 35 orang TKW di shelter KBRI Damaskus, 20 orang staf KBRI Damaskus, dan 25 orang mahasiswa.

Dalam pernyataan itu Pemerintah Indonesia juga menyatakan mendukung dimulainya perundingan damai Suriah, sebagai upaya penyelesaian konflik di negara itu.

Indonesia mengimbau agar para pihak yang berunding tidak terpengaruh oleh upaya-upaya apapun yang akan menggagalkan perundingan perdamaian tersebut. (T/P008/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)