Indonesia, Malaysia, Filipina Bertemu Untuk Tingkatkan Keamanan Kawasan

Juru Bicara Kementrian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir. (Foto: Nidiya/MINA)
Juru Bicara Kementrian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir. (Foto: Nidiya/MINA)

Jakarta, 20 Rajab 1437/28 April 2016 (MINA) – Pertemuan tiga negara, Indonesia, Malaysia dan Filipina akan berlangsung pada 5 Mei mendatang sebagai upaya meningkatkan keamanan khususnya di kawasan yang belakangan ini banyak terjadi penyanderaan.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Kementrian Luar Negeri (Kemlu) RI, Arrmanatha Nasir pada press briefing yang diselenggarakan di Gedung Palapa Kemlu RI, Jakarta, Kamis (28/4).

“Pertemuan ini merupakan instruksi dari Presiden Joko Widodo kepada Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P Marsudi dan panglima, untuk duduk bersama dengan mitranya dari Malaysia dan Filipina membahas upaya bersama dalam meningkatkan keamanan khususnya di wilayah yang belakangan ini banyak terjadi penyanderaan, kawasan Sulu dan Sulawesi,” Ujarnya.

Menurut dia, Menlu Filipina, Jose Rene D. Almendras beserta Panglima Filipina dan Menlu Malaysia, Anifah Aman beserta Panglima Malaysia telah mengonfirmasi kehadirannya untuk bertemu dengan Menlu RI, Retno Marsudi beserta Panglima TNI, Gatot Nurmantyo.

Arrmanatha mengatakan, pertemuan ini akan diawali oleh courtesy call dengan Presiden dan akan membahas keamanan maritim dan meningkatnya tantangan keamanan di titik temu tiga negara tersebut.

“Tujuan pertemuan ini juga untuk memastikan kerjasama di bidang ekonomi, dan meningkatkan koordinasi kerjasama dalam keamanan khususnya angkatan bersenjata dan diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dalam menghadapi tantangan keamanan yang berkembang saat ini di ketiga kawasan itu.” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Tata itu menambahkan, diharapkan pertemuan tersebut akan menghasilkan joint statement yang dapat menjaga keamanan di kawasan itu juga menjaga stabilitas untuk kepentingan kegiatan ekonomi dan pergerakan masyarakat tiga negara tersebut.

“Selain itu, akan ada MoU yang bakal ditandatangani oleh tiga panglima untuk kerjasama koordinasi keamanan,” jelasnya.

Ini adalah inisiatif Indonesia untuk mengumpulkan tiga negara, dan Indonesia kembali lagi menunjukkan kepemimpinan Indonesia di kawasan dan di ASEAN.

“Inisiatif ini merupakan tanggung jawab dan kepentingan bersama bagi keamanan dan memastikan kondusifnya kegiatan ekonomi di kawasan,” tegasnya.(L/P008/R01)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)